"Mama harus nikah sama papa." Gumaman tanpa sadar Saga mengejutkan Arlin. "Kamu bilang apa?" Tersadar oleh kalimatnya. Saga menggeleng cepat. "Bukan apa-apa, Ma." Arlin yang tadinya merasa salah dengar pun langsung percaya begitu saja. Harus nikah sama papa? Kalau Suga yang berbicara mungkin dia percaya sebab mulut anak itu memang suka melantur. Ini Saga. Bukan hanya sudah lebih mengenal mana rahasia dan bukan, tapi karakternya pun tidak mendukung kalimat tersebut. "Mama gak marah?" Saga penasaran setengah mati dari tadi. Padahal memang sudah sering tertangkap babak belur di sekolah dan Arlin juga tidak pernah marah. Malah langsung mengarahkannya pada BK saja untuk diproses. "Kenapa harus marah?" Saga tidak menjawab, membiarkan Arlin mencari jawaban sendiri lewat matanya. Bukannya

