Chapter 31

1886 Kata

"Apa?" sahutku dengan seringai jahil. "Mas Azzam jelek," serunya kemudian melempar bantal ke arahku. Aku menangkapnya dan tertawa ngakak. "Cie ... Cie... yang dianterin sama Mas Gondrong ganteng. Pasti jatuh cinta ya sama orang ganteng," usilku. Caca menutup mukanya dengan kedua tangannya, hahaha. Malu dia. Aku masih saja menggodanya sedangkan Caca sengaja menyembunyikan wajahnya di dadaku. Kang Bimo dan Mbak Syarifah hanya menatap kami bingung. Bahkan lewat tatapan matanya, Kang Bimo memintaku untuk bercerita. Aku gak bakalan mau cerita Kang Bim, pokoknya ini rahasia antara aku, Caca, dan Jepara. Jepara membawa cerita intinya. Hahaha. ***** ???? Cahaya Mustika ???? Duh malunya, kok bisa gini sih? Haish ... Mas Azzam awas kau ya. Gak aku kasih jatah. Eh emang belum bisa kasih jatah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN