Chapter 32

1842 Kata

"Halo Zada. Udah bangun?" Azada langsung menuju kearahku dan memelukku dengan manja. Tak lama kemudian Abri dan Idan pun terbangun. Mereka langsung menubrukku. Aku terguling di atas kasur bersama dengan ketiga buah hatiku. Mas Azzam malah ikut-ikutan mendekap kami dengan erat. Kebiasaan keempat singaku mereka akan memperebutkan diriku. Mas Azzam yang paling tua bukannya mengalah malah seneng banget meledek ketiga putranya. Dia akan memelukku, mencium pipiku bahkan terkadang menggendongku, membuat para singa kecil berteriak marah bahkan menangis terutama si bungsu Azada. Kami masih saling bercanda kemudian tertawa-tawa. Aku tak pernah bosan mengucapkan terima kasih kepada Allah untuk semua yang telah Allah berikan untukku, untuk keuargaku terutama untuk ketiga singa kecilku. Tumbuhlah den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN