Chapter 33

1861 Kata

"Farida gak papa Bah, gak akan ada seorang wanita pun yang gak akan sayang jika melihat bayi selucu dan seimut Fara. Apalagi Farida yang jelas-jelas belum ...." Aku menghentikan ucapanku. "Wis ... Gak usah dilanjut lagi ya," ucap Abah sambil mengelus-elus punggungku. "Ayok ke masjid." "Wonten nopo Bah?" "Habis Isya nanti, Abah akan menikahkan calon istri Rasyid dengannya." Prang ... Hatiku pecah berkeping-keping. Ingin rasanya aku berteriak namun aku memilih untuk tetap bertahan. ***** "Ini apa Um?" "Kita kan sekarang udah kayak keluarganya Rasyid jadi kita harus pake baju yang cantik to? Kan Rasyid mau nikah. Itung-itung ini sebagai ucapan permintaan maaf dari Abah sama Umi." "Tapi kenapa harus pake kayak gini Umi? Bukannya ini terlalu ...." Aku bingung mengatakannya, karena baj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN