Chapter 34

1897 Kata

"Iya, Mas benar. Tapi sekarang Fadil ingin mencari kebahagiaan Fadil sendiri Mas." "Dengan Zulaikha." "Iya dengan Zulaikha." "Kalau begitu raihlah." "Iya Mas, insya Allah." Kami sama-sama tersenyum dengan semangat baru untuk menuju hari yang lebih baik lagi. ***** "Ini." Aku mengulurkan sebuket bunga mawar putih untuk Zulaikha. "Selamat ulang tahun pernikahan." "Makasih Mas." Aku duduk di samping Zulaikha, Zulaikha sibuk menciumi bunganya. "Wangi?" tanyaku. "Heem." Hening. Aku sibuk mengamati tingkah Zulaikha. "Mas." "Iya." "Terima kasih," ucapnya dengan mengulas senyum yang manis sekali. "Untuk?" tanyaku. "Semuanya. Tolong jangan pernah berpaling dari Zulaikha ya?" "Insya Allah. Tapi Mas minta satu hal pada Adek." "Apa?" tanyanya. "Bukalah selalu pintu hatimu untukku.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN