Chapter 13

1851 Kata

"Ya Allah Zam, sambelnya kebanyakan itu." Kini Umi yang mulai ribut. "Gak papa Umi, Azzam udah bisa makan pedes kok." "Sejak kapan?" kini Abah yang bertanya. "Sejak di Melbourne. Kan sering hunting makanan sama Mas Rayyan. Mas Rayyan suka pedes jadi Azzam ketularan," alibiku. "Wuih ... hebat Gus. Tapi maagnya nanti gak bakalan kumat kan Gus?" "Insya Allah gak kumat Kang Bim. Nanti kalau kumat Caca yang mesti tanggungjawab." Aku melirik ke arah Caca. "Kok Caca sih Gus." "Iyalah kamu yang salah, kamu yang bikin sambalnya. Bikin aku ngiler mau nyoba jadi ketagihan. Jadi kalau aku sakit kamu yang harus tanggungjawab." Dia cuma mencebik kesal kepadaku. Biarin, aku aja kesal sama kamu. Enak aja gelayutan manja sama Hasan, kan aku juga pengin digituin. Loh ... mbuhlah. ***** Semalaman a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN