Aku meminta maaf dengan mengulas senyum manis pada setiap orang. Lalu kucubit perutnya. "Jangan teriak-teriak bisa gak sih." "Kok bisa." Aku menceritakan kejadian saat Gus Azzam dijenguk oleh Ning Zulaikha dan Ning Asyifa. "Hahaha. Ya Allah. Sepupu garangku ini. Heran. Padahal dingin dan garangnya minta ampun tapi ya banyak fansnya." "Fans fanatik," tambahku. "Hahaha. Iya. Duh. Padahal Mas Azzam kukira udah bisa lepas dari Ning Zulaikha kok malah ketambahan Ning Asyifa. Ca ... sainganmu banyak." "Saingan apa sih?" tanyaku bingung. "Saingan mendapatkan hati sepupu garangku. Hahaha." Aku mencubit perutnya lagi. Nada meringis namun masih tertawa. "Siapa juga sih yang ngarep. Aku sadar diri kok." "Loh sadar diri ya. Eh ... berarti beneran ngarep ya Ca. Hahaha." "Nada," sahutku kesa

