Chapter 19

1895 Kata

"Dasar saudara durhaka. Aku bilangin sama Risti salah satu sifat absurdmu loh? Mau?" "Eeeeeee ... bercanda my sister. Jangan yah, malu aku." "Hahaha. Makanya awas kamu kalau ngapa-ngapain calonku." "Iya-iya. Duh yang posesif melindungi calon suami. Hahaha." "Iya, soalnya aku tahu tingkat jahilmu kayak apa." "Ya sudah aku matiin ya Ca. Ada perlu sama temen ini." "Oke." Setelah mengucap salam aku mematikan sambungan telepon. ***** "Nih." Gus Azzam menaruh sebuah bungkusan di meja ruang tamu. "Buka aja." Lalu dia berlalu, saat aku akan membukanya dia langsung balik lagi. "Happy milad ya, semoga jadi istriku yang baik, selalu bahagia dan penuh kasih sayang. Jangan lupa sayangnya banyakin buat aku ya. Jangan diduain tapi nanti kalau diduain sama kloninganku gak papa ikhlas lahir bat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN