Chapter 23

1864 Kata

"Azzam lagi kesel, besok Azzam harus ikut mendampingi lomba desain untuk mahasiswa arsitektur di Jogja. Padahal Azzam sudah mengajukan cuti Umi." Aku menyandar lemas. "Sabar. Memang kamu yang sekarang sedang dibutuhkan oleh semua orang. Harusnya kamu bersyukur karena kamu masih dipercaya. Besok ajak Bimo biar kamu gak kecapean," ucap Abah. "Nggih Bah." Lalu aku langsung mendusel ke ketek Umi. "Ya Allah Zam, masih saja." Terdengar suara tawanya. "Mumpung Azzam masih bujang Umi, besok kalau Azzam nikah bakalan jarang ndusel ke Umi soalnya." "Mas Azzam bucin," sinis Azmi. "Biarin kamu masih kecil gak bakalan mudeng." "Azmi udah mau 17 tahun yah, bentar lagi jadi dewasa." "Ckckck. Iyain aja biar seneng." Aku memilih bermanja-manja ke Umi sebelum Abah dan Azmi ikut-ikutan. "Ya Allah,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN