Chapter 22

1875 Kata

"Ustazah Putri tolong bawakan tas Caca yang berwarna hitam itu." "Tasnya Ustazah Caca bukan yang hitam Gus? Tapi yang merah maroon ada bandul kelincinya," sahut Ning Zulaikha kalem. Deg ... Aku berpandangan dengan Gus Azzam. Gus Azzam menyeringai dan menyunggingkan senyum tipis kearahku. Ckckck. Aih si Abang, pintar juga dia pasang strateginya. Raja Singa gituloh. "Oh salah ya. Yang merah Ustazah Putri," perintah Gus Azzam lagi. Semua terdiam, sempat aku dan Ustazah Putri bertukar pandangan. Aku mengangguk kepadanya. "Oke tas Ustazah Caca kita ambil sebagai barang bukti beserta uangnya. Kamu ngambil berapa sih Ca?" "Mana Caca tahu Gus, sepuluh ribu kali," sahutku cuek. "Bukan Gus, lima juta enam ratus ribu," jawab Ning Zulaikha polos. Kulihat pelototan mata Bu Nyai Laila ke arah m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN