"Ca." Aku kaget, astaga kenapa dia ada disini? Aduh gawat nih. "Eh i-iya." "Sekalian punyaku ya, biar cepet. Tolong sekalin punya saya digabungin ya Mbak," ucapnya sambil menyerahkan beberapa dalaman khas cowok dewasa. Astaga mataku ternoda. Aku memilih memalingkan muka, malu. Aku menatap stand cowok cewek yang ternyata bersebelahan, kasirnya sama pulak. Hadeh. "Kok ada dua nomer Ca?" Gludak ... hatiku terjungkal dari gunung Jayapura. Kok malah nanya sih Gus? Aku kan bingung jawabnya. "Eh ... itu ... itu ...." jawabku gugup. "Owh ... sama miliknya Syarifah ya." Astaga Gus, kok njenengan santai sekali sih ngomongnya. Aku ini udah kayak kepiting rebus saking malunya loh. Aku hanya mengangguk. "Ini dipisah gak Mbak, Mas?" tanya Mbak kasir setelah memasukan semua kode barang. "Oh iya

