Pertengkaran

1249 Kata

Keheningan di dalam mobil itu retak. Arista masih menatap Arkana dengan mata membara. Dadanya naik turun cepat karena marah dan tersinggung. Sementara Arkana, dengan wajah dingin dan rahang mengeras, hanya menatap lurus ke depan seolah kata-katanya tadi tidak berarti apa-apa. Namun, bagi Arista itu menusuk dalam. Sangat dalam. Ucapan Arkana berputar di kepalanya, menampar harga dirinya berkali-kali. “Body kamu tidak ada yang menarik. Kamu bukan tipe saya.” Arista mengepalkan tangan di pangkuannya. Air mata nyaris menetes, tetapi ia tahan sekuat tenaga. Ia tidak mau terlihat lemah di depan pria semenyebalkan dan arogan itu. Tidak akan. “Sudah cukup. Apa sekarang Bapak puas?” tanya Arista pada akhirnya, suaranya bergetar tapi tegas. “Kata-kata Bapak tadi … keterlaluan.” Arkana tidak men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN