"Apa?" Arkana menatap opanya dengan tatapan tidak percaya sekaligus terkejut. Dirga tersenyum sambil mengangguk pelan. "Iya." Sementara itu, Brama ikut tersenyum kecil. White hanya menunduk, tapi dari raut wajahnya jelas jika dia sudah tahu akan hal ini sebelumnya. Arkana menggeleng pelan. “Opa bercanda 'kan?” tanya Arkana, berusaha menahan nada suaranya agar tetap sopan. Opa Dirga menggeleng. “Tidak, Arkana. Opa serius. Ini keputusan terbaik untuk masa depan keluarga kita.” “Tidak mungkin, Opa.” Arkana berdiri. “Aku tidak akan menikahi orang yang bahkan baru aku kenal hari ini.” “Arkana.” Suara Opa Dirga berubah tegas. “Kamu tidak bisa menolak. Ini sudah keputusan Opa. Kalau kamu menolak, Opa akan mencabut semua fasilitas yang kamu nikmati selama ini. Mobil, apartemen, kartu perusah

