Rasa Was-was

1122 Kata

"Maafkan aku ya," ucap Davin ketika berada di depan pintu rumah Arista. Arista mengangguk dengan pelan. "Mau bagaimana lagi? Mama kamu yang minta kamu pulang. Nggak mungkin aku nahan kamu di sini," jawab Arista dengan nada sedih. Tadi, ketika mereka sedang makan malam bersama, ponsel Davin berdering dan ternyata itu adalah telepon dari mamanya Davin yang meminta Davin pulang karena ada urusan mendadak. Dan, mau tidak mau Davin harus pulang walaupun ia mengatakan jika sebenarnya ia masih ingin bersama Arista. Davin mengulurkan tangannya dan mengusap pipi Arista lembut. "Maaf ya, Sayang. Lain kali kita habiskan waktu lebih lama lagi." Arista kembali mengangguk. Davin kemudian mengecup kening Arista dengan lembut. "Aku pulang dulu," ucapnya. Sekali lagi ia mengusap pipi Arista dan s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN