"Kakak pulang," ucap Arista ketika membuka pintu rumah di mana ia dan Rafa tinggal. Rafa yang sedang duduk di ruang tamu dengan laptop di hadapannya mendongak. Ia lalu tersenyum ketika melihat kakaknya bersama Davin. "Baru pulang, Kak?" tanyanya. "Iya," jawab Arista sambil mengangguk. Ia lalu menatap ke layar laptop adiknya. "Kamu lagi ngerjain tugas?" "Iya, Kak." Rafa kemudian balik menatap Davin. "Gimana kabarnya, Mas Davin? Lama nggak main ke sini." "Mas baik. Cuma memang beberapa minggu ini Mas sedang sibuk dengan pekerjaan Mas di kantor," jawab Davin, "kamu sendiri gimana kabarnya?" "Aku juga baik, Mas." Arista tersenyum kecil melihat interaksi Rafa dan Davin, mereka sudah mirip seperti kakak beradik. Bahkan menurut Arista, Rafa lebih dekat dengan Davin daripadanya dirinya, mu

