Perasaan Tak Dimengerti

1001 Kata

Suara ponsel yang berdering tajam menembus keheningan di dalam ruangan. Arkana mengerjap pelan, kelopak matanya berat, kepala berat dan tenggorokan kering. Cahaya lembut matahari senja menusuk matanya, menembus tirai jendela ruangan VIP itu, memaksanya untuk menyipitkan mata. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi siang tadi, dan kilasan-kilasan adegan yang ia lakukan berputar di kepalanya. Ia memutar tubuh dengan malas, menutup wajah dengan lengan dan mencoba untuk tidur lagi. Namun, dering itu tidak berhenti. Terus berbunyi, ritmis, menyebalkan. Dengan napas berat, Arkana akhirnya membuka mata sepenuhnya. Pandangannya sempat buram sebelum fokus pada sumber suara ponsel hitamnya yang tergeletak di lantai, separuh tersembunyi di bawah meja. Arkana menetralkan cahaya yang masuk ke mata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN