Bab 19

1142 Kata

Kedatangan pria itu awalnya memang membuat aku dan Fano sama-sama memucat, perpaduan antara terkejut dan takut. Tetapi hanya selang sekian detik saja, raut Fano sudah berubah. Dia langsung menarikku ke belakang tubuhnya, bermaksud melindungiku bila ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. "Apa yang Anda inginkan?" tanyanya kemudian, nada suaranya dipenuhi kewaspadaan. Dari yang aku tangkap, Fano terlihat mengambil langkah hati-hati sebab bagaimanapun juga pria itu membawa senjata. "Berani sekali kamu bertanya seperti itu padaku." Dari balik bahu Fano, aku mendapati pria itu mengokang pistolnya dengan sasaran yang tak berubah. Aku bisa merasakan ketegangan Fano di atas kami. Dia bahkan kian merapatkan tubuhnya padaku lantas meraih satu tanganku untuk digenggamnya. Aku menghela napas,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN