Bab 21

1160 Kata

Kakiku kembali berpijak di bumi setelah kurasakan tepukan ringan di kepalaku, lantas setelahnya dentingan sendok yang beradu dengan mangkuk menelusup masuk ke dalam telingaku. Kulirik Fano yang kembali fokus pada sarapannya. Masih dengan sebongkah senyum yang seakan tak mau hilang, aku pun juga melanjutkan menyatap buburku kembali. "Apa kamu tidur nyenyak malam ini?" Kuberanikan diri angkat suara di sela-sela kegiatan kami. Aku hanya terlalu penasaran dengan wajah kuyu Fano. Dia berpaling padaku. Mulutnya bergerak seirama, mengunyah apa yang masuk ke dalam sana. "Uhm ... sejujurnya aku belum tidur sama sekali." Aku melotot menatapnya. Membiarkan mulutku juga menganga begitu lebar selagi otakku mencerna jawaban Fano barusan. "Hey, kenapa sekaget itu?" Fano menyentuh daguku, mengatupkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN