Bab 22

1146 Kata

Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Kalimat itu menjadi pemutus antara alam bawah sadarku dan kenyataan. Kelopak mataku bergerak setelahnya, terbuka pada detik ketiga. Tubuhku belum menunjukkan reaksi apa pun, masih terbaring di atas ranjang selagi pandanganku berkelana mengelilingi ruangan ini. Hingga akhirnya otakku bisa kembali berpikir, terpenuhi oleh kejadian sebelumnya. Kabur dari papa. Pergi ke apartemen Fano. Sarapan bersamanya. Dan yang terakhir, menemani Fano tidur yang malah membuatku juga ikut terlelap. Bagian perutku terasa sedikit berat. Tanpa menoleh pun aku tahu jika itu adalah lengan Fano, yang sejak kami tidur tadi posisinya terus seperti itu. Dia benar-benar pria posesif. Bahkan, dalam tidurnya saja dia begitu erat memelukku. Sejenak aku berpaling pada jam yang meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN