Bab 35

1382 Kata

Dua bulan kemudian.... Pesawatku tiba di bandara dengan selamat setelah melalui perjalanan selama belasan jam. Senyum mengembang lebar di bibirku saat aku dapat kembali berpijak di tanah kelahiranku. Dalam-dalam hidungku menghirup udara di pagi yang cerah ini. Meski tubuh terasa pegal, rasa antusiasku mengalahkan segalanya. Aku kembali ke Indonesia seorang diri. Papa sudah tidak bisa meninggalkan Italia. Mungkin aku tak akan pernah melihatnya secara langsung dalam beberapa tahun ke depan, kecuali kalau aku yang mendatanginya. Sedang Elon memilih untuk menetap di sana selama beberapa minggu lagi. Kuberi izin kepadanya karena aku tahu Elon sangat tidak ingin berpisah dengan papa. Tetapi tentu saja dengan mewanti-wanti papa terlebih dahulu untuk tidak mengikutsertakan Elon ke dalam kelompo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN