Cyrine menatap badannya sebal. Ia tak menyangka jika kissmark di tubuhnya akan sesusah ini dihilangkan. Cyrine menjatuhkan badannya. Sebenarnya ia tadi tak terlalu peduli, tapi pembantu rumah tangga di rumah Rasya menegurnya karna melihat lehernya memiliki kissmark.
Lebih baik ia segera pergi dari rumah ini. Cyrine membereskan beberapa bajunya. Ia lalu mengambil jaket dan syal. Cyrine memakai kacamata hitam besarnya. Lalu berjalan keluar.
"Mau kemana?" tanya Rasya.
"Holiday, nanti tolong bilangin ke Aril ya," pamit Cyrine.
"Tapi,"
"Oke thanks." ucap Cyrine yang langsung kabur. Baru beberapa detik Cyrine kembali lagi. "Oh ya, aku boleh minjam mobilmu?" tanya Cyrine lagi.
Rasya menganguk ia lalu memberikan kunci mobilnya. Cyrine mengucapkan terimakasih lalu berjalan pergi. Ia mengemudikan mobilnya tanpa tujuan. Oke, mari pergi liburan ke pantai.
*****
"Oi Cas, masa habis di tolak Mentari lo pergi ke tempat ****" tegur Sean.
Sontak Aril, Darrell langsung melihat ke arah Lucas.
"Habis cupangan sama siapa lo?" tanya Sean menggodanya.
Pasalnya tubuh sahabatnya itu penuh dengan kissmark.
"Lucas .... Lucas ..." Ucap Aril kini dengan menggelengkan kepalanya tak percaya.
Lucas mengambil handphonenya lalu mulai mengaca. Dan benar, lehernya memiliki beberapa bekas kissmark.
Ia tak terlalu memperhatikannya memang. Tapi, mendengar Sean mengatakan hal ini, ia malah mengingat perempuan itu. Rambut coklatnya, mata biru kehijaunya. Kini ia menatap Aril. Mata itu terlihat sama seperti milik Aril.
"Cepet banget move on lu!" goda Sean lagi.
Lucas tak menanggapinya.
"Lo ngapain lihatin gue kayak gitu?" tanya Aril.
"Gapapa." jawab Lucas.
"Cas, serius gue tanya nih." kata Sean lagi. Lucas tak memperdulikannya.
"Btw, bukannya minggu depan kamu ada acara penggalangan dana buat anak-anak yang kena kangker ya??" tanya Darrell.
Lucas menganguk membenarkan.
"Yang sama Mentari nggak sih acaranya?" tanya Aril memastikan.
"Kalo gue sih nggak bakal dateng Cas. 11 kali ngelamar di tolak terus. Lagian masalahnya apaan sih? Kenapa lo di tolak terus?" tanya Sean kini.
Lucas mengangkat bahunya. Tanda tak tau.
"Padahal kelihatannya Mentari suka sama lo." Kata Aril kini.
"Gatau ah ... Capek!" balas Lucas kesal.
*******
Disisi lain Mentari menatap foto Lucas dengannya di dalam kamarnya dengan terisak. Ia tau Lucas pasti terluka karna ia telah menolak lamarannya. Tapi, jika boleh jujur, Mentari lebih terluka lagi karna tak bisa menyampaikan alasan sebenarnya kenapa ia harus menolak lamaran Lucas berulang kali.
Jika boleh jujur, ia benar-benar ingin berkata iya. Tapi disisi lain ia juga sangat takut akan menyakiti Lucas nantinya. Mangkanya ia harus kuat.
-seminggu kemudian...
Aril mengelus dadanya tak tahan. Cyrine sepupunya benar-benar bisa membuatnya gila hanya dalam kurun waktu seminggu. Entah kenapa ia lebih menyukai sikap pendiam Cyrine. Daripada Cyrine yang 'dulu' telah kembali. Ia benar-benar bisa gila.
Pertama, Cyrine kena tilang karna tak punya SIM. Kedua, Cyrine tertangkap karna tak membawa pasportnya. Ketiga, Cyrine berkelahi dengan ibu-ibu gara-gara mengira jika Cyrine adalah pelakor. Keempat, Aril tak tau jika Cyrine pulang dalam keadaan mabuk. Ia hampir saja membunuh Fishy Ikan Arwana kesayangan Gabriel. Jelas putranya yang masih terjaga karna nonton big movie Upin Ipin itu menangis histeris. Kelima, Cyrine selalu memakai bikini atau pakaian tidur seksi dan berjalan keliling rumah yang akhirnya Aril harus mendapat teguran dari ibu-ibu tetangganya. Terakhir, Cyrine menabrakan mobilnya.
Aril sudah tak habis fikir kini. Ia benar-benar harus mengirim Cyrine. Keadaan sepupunya itu sudah membaik. Perempuan itu benar-benar sudah membaik.
"Sabar ..." ucap Rasya menenangkan.
"Nggak bisa! Itu mobil kesayanganku. Cyrine b******k itu " ucap Aril menahan kemarahannya.
"Sorry," kata Cyrine.
"Bisa stress aku. Kamu, masuk kamar! Jangan pernah keluar!"
Cyrine mencebikan bibirnya kesal. Ia lalu menuruti perkataan Aril.
*****
Mentari menyiapkan perasaannya. Yah, ini untuk pertama kalinya Lucas sama sekali tak menghubunginya. Lalu nanti apakah Lucas akan datang ke acara pencarian dana?
Kini Mentari sudah datang ke tempat pelaksanaan acara. Ia menunggu Lucas untuk datang.
Tak lama ia meliht Azam dan Irenee datang, lalu disusul Reyhan dan Bintang. Sekitar 5 menit ia melihat Darrell dan Demira. Dan masih belum ada tanda-tanda Lucas datang.
Mentari menghela nafas. Sepertinya Lucas memang beneran tak akan datang. Mentari kini mengambil kotak disampingnya.
"Sorry telat."
Mentari menoleh mendengar suara yang tak asing baginya. Lucas. Mentari tersenyum melihatnya.
"Lucas. Aku fikir Lucas nggak bakal dateng." ujar Mentari pelan.
"Kenapa nggak dateng?" tanya Lucas balik.
"Soalnya..,"
"Apa?" potong Lucas.
"Gapapa." jawab Mentari. Ia lalu tersenyum.
Lucas mengangkat kotak itu. Ia langsung berjalan mendahului Mentari untuk berkumpul. Mentari tersenyum melihat Lucas.
Selesai acara Sean mengajak berkumpul teman-temannya sebelum Darrell kembali ke Paris. Tempat yang di pilih sendiri adalah rumah Aril. Aril sebenarnya ingin menolak karna ada sepupu gilanya. Tapi, ketika kembali ke rumah ia tak menemukan Gabriel maupun Cyrine. Aril panik.
"Yaudah sih Ril, jangan panik." kata Gisel.
"Lo ga tau segila apa sepupu gue." kata Aril khawatir.
Tak lama ia melihat Gabriel masuk kedalam rumah sendiri dengan menenteng plastik penuh makanan.
"Gabriel darimana?" tanya Rasya yang langsung membantu Gabriel membawa bingkisan itu.
"Jalan-jalan sama sister." jawab Gabriel. Yah, Cyrine tidak mau di panggil Aunty.
"Terus sisternya mana?"
"I don't know. Sister tadi nyutuh masuk. She said she's bussy."
Aril menghela nafas, apa katanya tadi.
"Udah tenang aja. Dia bakal baik-baik aja kok." kata Rasya menenangkannya.
Rasya dan para ibu-ibu lainnya mulai memasak. Yah, mereka akan dinner bersama. Karna memang klub mereka lebih menyukai melakukan hal bersama seperti memasak saat ini daripada membeli makanan.
Selesai memasak mereka makan bersama dan sesekali berbicara. Aril sendiri berulang kali memperhatikan jam tangannya. Sudah jam 8 malam sepupunya itu belum juga balik.
Istrinya sendiri sedang mencuci piring dengan teman-temannya yang lain. Kini Selesai beres-beres mereka duduk bersama di pantry menghibur sekaligus membully Lucas.
Mereka tak tau berapa lama mereka berkumpul sampai mendengar suara teriakan.
"Aril, Rasya .... Gabriel ... I'm here...." teriak suara perempuan.
Sontak Aril bahkan teman-temannya langsung melihat ke sumber suara.
"Anybody home?" tanyanya menggelegar.
"Suara siapa tuh?" tanya Sean.
"Oh ... Sepupu gue dari Lebanon, Cyrine." jawab Aril yang langsung bangkit.
"Aril?? Rasya??"
"Jangan kaget kalau lihat dia. Besar di Brazil soalnya."
Tak lama terlihat perempuan tinggi berkulit eksostis, Rambutnya coklat panjang lurus, dan sedang memakai rok hitam pendek dan kaos hitam crop memperlihatkan perutnya. Ia memakai sepatu bot hitam panjang. Perempuan itu berjalan santai layaknya model.
"Cyrine." panggil Aril.
Cyrine berlari lalu memeluk Aril kuat. Aril mampu mencium bau alkohol darinya.
"Astaga ... Mabuk lagi? Sya," panggil Aril.
Rasya mendekatinya.
"My baby Rasya ... How are you? I miss you so much." kata Cyrine dengan memeluk erat. Rasya membalas pelukannya.
"Oo ... Are there guests??" tanya Cyrine bak anak kecil.
"Iya. Mending kamu istirahat. Ayo aku anter." jata Rasya sembari memegangi Cyrine.
Cyrine menganguk. Tapi, ketika ia akan mengikuti Rasya pandangan matanya jatuh kepada laki-laki yang dikenalnya. Cyrine tersenyum. Ia langsung melepaskan genggamannya dan mendekati laki-laki itu.
"Sai, kamar disini." teriak Aril.
"Shut up!! Husst!" suruh Cyrine oleng dengan menempelkan jarinya telunjuknya di mulutnya.
"I know that!" Cyrine berbalik lagi ia mendekati Lucas. Tapi ia tak bisa menjaga keseimbangannya. Dan akhirnya ia jatuh beruntung dengan sigap Lucas membantunya.
Lucas menatap perempuan di pelukannya itu. Pantas ia merasa akrab ketika melihat perempuan ini. Ternyata dia sepupunya Aril.
"Are you okay?" tanya Lucas.
"No ... I'm not okay my sexy man."
Aril dan teman-temannya langsung menatap Lucas dan Cyrine kaget. Terlebih Aril. Ia sudah sangat malu. My Sexy Man katanya.
"Every night I think of you. Who are you?? Why you always come to my dreams?? You really drive me crazy!" curhat Cyrine dengan membelai wajah Lucas. Lucas menegang. Cyrine menghela nafas.
"I think i love you my sexy man." kata Cyrine lagi yang langsung mencium Lucas. Cyrine melumat hebat Lucas. Lucas tak tau tapi seluruh darahnya mendidih menginginkan perempuan ini lagi. Ia membalas ciuman Cyrine. Lucas memeluk pinggang Cyrine erat. Dan Cyrine menyentuh wajah Lucas.
"Wow,"
"Live."
"Mataku!"
"Ai, kamu nggak boleh lihat kayak gitu lagi!!"
"Cyrine!! Lucasss!!" teriak Aril yang langsung menarik Cyrine. Cyrine menampik Aril dan malah memeluk leher Lucas.
"Shut up Aril!!" teriaknya.
Kini ia menatap Lucas kembali. "How about we repeat our naughty night again My Sexy Man?" tanya Cyrine menggoda.
"Our nughty night??" tanya Irenee.
"Again?" Sean melanjutkan
"Malam nakal?"
"Kayaknya gue salah denger deh." kata Demira.
Rasya menutup mulutnya. Kini Aril menarik tangan Cyrine kuat. Ia menggendong Cyrine dan menguncinya di kamar mandi dekat dapurnya. Ia menatap Lucas tajam kali ini. Ia ingat bekas cupangan Lucas tempo hari. Lalu Cyrine yang tidak pulang ke rumah.
"Maksud omongan Cyrine soal malam nakal itu apa?" tanya Aril ke Lucas marah. Kini ia menarik kerah Lucas.
"Yang ada dipikirin lo." jawab Lucas santai.
Wajah Aril memerah marah.
"Cas!! Dia adek gue!!! Lo gila lo tidurin dia? Lo jadiin dia pelampiasan dari rasa kecewa lo di tolak Mentari?"
"Ngaca!" suruh Lucas.
Aril terdiam.
"Sya ... Marahin dia!" suruh Aril ke Rasya.
"Gimana ceritanya Cas?" tanya Sean kepo.
Lucas mengangkat bahunya sebagai jawaban. Ia malas menjawab pertanyaan itu. Biarkan itu menjadi rahasianya dan Cyrine. Lucas fikir Lucas tak akan berjumpa dengan perempuan itu lagi. Mengingat perempuan itu sama sekali tak menghubunginya. Tapi, ia malah bertemu dengannya sekarang secara tak sengaja. Dan Perempuan itu ternyata adik sepupu dari Aril yang selalu di ceritakannya. Dunia sangat sempit rupanya.