Dila benar benar berubah, semenjak hari itu. Saat bertemu dengan Aisyah, Dila hanya diam dengan ekspresi dingin. Sikap dingin Dila bukan hanya pada Aisyah melainkan pada semua orang —bahkan pada Tristan, dan semua orang di kelas. Dan akhir- akhir ini Dila selalu menghilang jika jam istirahat berbunyi. "Anti besok kita jadikan ke panti asuhan? " Tristan berdiri di hadapan Aisyah, Aisyah hanya mengangguk pelan, "bagus... " Tristan dan Aisyah berjalan beriringan menuju ke perpustakaan, keduanya memang berniat menghitung sumbangan buku yang di donasikan di panti asuhan. "Tristan...." Tristan yang tengah sibuk menghitung jumlah buku, langsung menoleh Aisyah menunduk, "Dila ikut?" Tristan terdiam sejenak, "mungkin ikut, mungkin juga tidak," sahut Tristan pelan, " entahlah anti, akhir akh

