Pagi Pertama

1100 Kata

Waktu seolah berputar begitu cepat. Hanya dalam sekejap, kini tak ada lagi sosok sang ayah yang bisa tertangkap oleh indra penglihatannya. Begitu juga dengan ibunya, yang dengan berat hati harus kembali ke tempatnya menjalani masa tahanan tepat setelah proses pemakaman Zaki selesai dilakukan malam itu.  Ya, Zaki dinyatakan meninggal dunia sore tadi oleh dokter yang menanganinya. Dan sebagai satu-satunya orang yang masih bisa berpikir jernih kala itu, Adrian mengurus semuanya dengan cepat. Meskipun dirinya merasa sedih saat melihat Naira, istrinya yang memerlukan waktu lama untuk bangun dari ketidaksadaran nya, Adrian masih bisa bergerak untuk menyiapkan semua hal terkait keperluan untuk memakamkan sang mertua. Zaki, lelaki yang baru beberapa jam lalu resmi menjadi orang tuanya, yang kini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN