Satu Orang Lagi

1100 Kata
"Tubuhkuu..." kata santia Santia kemudian melihat adit yang tengah menutupi mayat rachel dengan selembar kain "Uuhhhh..." kata santia sambil muntah "Jangan dilihat , pemandangan ini terlalu mengerikan untuk dilihat" jawab adit sambil menghalangi santia "Tapi mengapa rachel mati dengan cara yang begitu tragis , berbeda dengan mari" kata santia "Aku tidak tau , tapi sepertinya mereka berdua mendapat kematian dengan cara yang berbeda . Sepertinya kita harus mencari tau tentang masalalu mereka berdua . Untuk saat ini kita harus mengubur tubuh rachel" jawab adit Kemudian adit mengubur tubuh rachel dibelakang rumah sama seperti dia mengubur tubuh mari "Fyuuhhh akhirnya selesai juga" kata adit sambil menyeka keringat Pagi hari telah datang , matahari begitu terang dan terasa hangat "Nak adit , nak santia.. mengapa kalian berada dirumah bapak ?" kata pak santana "Bukannya bapak yang meminta kami datang untuk menjaga putri bapak ?" jawab adit "Apa yang kau katakan nak adit , bapak tidak memiliki seorang putri" kata pak santana sambil keheranan Adit dan santia merasa kebingungan harus mengatakan apa , melihat tingkah laku mereka merasa ada sesuatu "Bapak tau kalian sedang kasmaran , tapi jangan di rumah bapak" kata pak santana sambil tertawa Mendengar perkataan pak santana wajah mereka memerah dan tersipu malu . Kemudian mereka pulang kerumah masing masing dan pergi ke sekolah , sesampainya disekolah "Hei , kalian tau dimana rizky" kata santia "Rizky ? tidak tau , dia sudah menghilang selama 3 hari" jawab seorang murid "Lalu apa kalian mengenal mari ?" kata santia "Mari ? siapa dia ?" jawab seorang murid "Bukankah dia murid disini ?" kata santia "Apa kau mengigau tia ? tidak ada murid yang bernama mari" jawab seorang murid "Mungkin dia terdaftar di catatan siswa yang ada diperpustakaan" sahut seorang murid "Lina..." kata santia "Hai tia.." jawab lina "Kapan kau pulang ?" kata santia "Aku pulang kemarin , ini aku bawakan oleh oleh untukmu" jawab lina "Waaahh terimakasih... oh ya katamu tadi ada daftar catatan siswa di perpustakaan . Apa itu benar ?" kata santia "Tentuu... apa kau mau melihatnya ? aku akan menemanimu kesana , aku juga ingin meminjam sebuah buku di perpustakaan" jawab lina "Tentuu..." kata santia Pelajaran dimulai , selang beberapa waktu bel pertanda istirahatpun dibunyikan "Krriiinngg... kriinnggg..." suara bel berbunyi "Ayo lina kita pergi ke perpustakaan" ajak santia Lina hanya mengangguk kecil , kemudian mereka menuju perpustakaan "Ini dia daftar yang kamu cari" kata lina sambil menyerahkan daftar itu kepada santia "Terimakasih lina" jawab santia sambil menerima daftar itu "Kalau begitu aku cari buku dulu" kata lina "Apa yang ingin kamu cari ?" jawab santia "Hanya sebuah buku kuno saja" kata lina Lina meninggalkan santia dan mencari buku yang ingin dia baca , sementara santia dia mencari nama mari pada daftar para siswa . Selang beberapa lama "Brugghh..." "Hufftt...." kata lina sambil menyeka keringat "Banyak sekalii... apa kau sanggup membaca semua itu ? jawab santia sambil terkaget "Yaa aku harus mencari informasi dari buku buku ini" kata lina Santia melirik buku yang dibawa oleh lina "Lin... kenapa kamu membaca buku seperti itu" tanya santia "Ahh maaf.. sebenarnya.. apa kau pernah mendengar aplikasi alone ?" jawab lina "Yah.. aku mendengarnya... bukan hanya aku tapi seluruh siswa dan siswi disini juga" kata santia "Saat aku ada di bali , aku mengalami kejadian yang sangat mengerikan" jawab lina "Kejadian apa ?" kata santia "Sahabat ku... dia... dia mati dengan mengenaskan..." jawab lina sambil menangis "Aaa.. aapppaa..." kata santia sambil bangun dari tempat duduknya "Iya kejadiannya bermula saat dia menggunakan aplikasi itu" jawab lina "Kapan kejadiannya terjadi ?" kata santia "Semalam , dia menggunakan aplikasi itu dan mati dengan cara yang mengenaskan" jawab tia Itu berarti... ada lebih dari satu orang yang menjadi korban aplikasi itu . Aku harus beritahu adit Santia kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi adit "Krriingg.. kriingg" suara telpon berbunyi "Halo..." kata adit "Adit temui aku di perpustakaan... sekarang" jawab tia "Haahhh... apaa... ?" kata adit "Tuuut... tuuutt..." suara telpon terputus Adit segera bergegas menuju perpustakaan "Apa yang ingin kau bicarakan denganku sampai menyuruhku untuk datang ke perpustakaan" kata adit "Adit , ini lina teman sebangkuku" jawab santia "Ada apa ?" kata adit sambil tidak mempedulikan lina "Begini , sahabat dari lina juga menjadi korban dari aplikasi itu . Dan kejadiannya semalam , pada saat rachel juga menggunakan aplikasi itu" jawab santia "Aaa.. aapppaa...!!!!! hei kau... coba ceritakan secara keseluruhan ceritanya" kata adit "Begini ceritanya.. saat itu aku dan dia tengah bertamasya di sebuah villa di bali , pada saat tengah malam aplikasi itu muncul dengan secara misterius . Rasa penasaran kami mulai membesar , akhirnya dia membuka aplikasi itu dan kami mulai mendengar cerita seram dari aplikasi itu . Tiba tiba suasana mulai berubah , sahabatku mulai tertawa dengan sendirinya . Tubuhku gak bisa digerakkan , sosok hitam muncul entah dari mana . Aku sangat ketakutan sekali , posisiku dan dia begitu dekat . Sosok itu kemudian merasuki tubuh sahabatku , dia semakin menggila . Dia mulai mengambil pisau dan menguliti dirinya sendiri sambil tertawa" jawab lina "Uhhh..." kata santia sambil menahan mutah "Apakah cerita seram itu tentang 4 sekawan yang tinggal di villa ?" kata adit "Bukan... berbeda dengan cerita yang aku dengar . Cerita yang aku dengar itu tentang hantu pemakaman tua" jawab lina sambil menyeka air matanya "Begini lin , sebenarnya kami sudah..." kata adit sambil menceritakan kejadian yang mereka alami "Apaa... kalian sudah 2 kali mengalami nasib yang sangat buruk !!!" jawab lina sambil terkaget "Iya itu benar , kejadian yang menimpamu semalam juga menimpa kami..." kata adit "Tapi.. mengapa cerita yang kalian dengar berbeda dengan cerita yang aku dengar" jawab lina "Itulah yang tidak aku mengerti , tapi bukankah kita mendapat informasi baru ?" kata adit "Adit benar lin , sekarang kita harus bersatu untuk menghentikan teror dari aplikasi itu" kata santia sambil menenangkan lina Mereka bertiga telah sepakat untuk menghentikan terror yang dialami mereka , bukan hanya mereka saja . Mungkin banyak yang sudah mengalaminya , hanya saja masih belom menemukan titik terang "Sekarang kita harus bagaimana ?" kata lina "Kita harus sering sering berkumpul dan berkelana untuk menghentikan terror tersebut" jawab adit "Sebenarnya ada hal yang ingin aku katakan" kata santia "Apa itu ?" jawab adit dan lina dengan serentak "Aku telah melihat daftar para siswa yang ada di sekolah ini , Mari.. mari sebenarnya murid sekolah ini" kata santia "Aa.. apa yang kau katakan.. apa itu benar ?" jawab adit "Iyah.. itu benar.. lihat ini.." kata santia sambil menunjukkan ponsel milik santia "Iiii... iniii..." jawab adit sambil menatap layar ponsel milik santia "Aku juga kaget melihat ini , tapi ini akan menjadi informasi tambahan kita" kata santia sambil mengambil kembali ponselnya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN