Dengan tangan gemetar, Devon membaca tulisan Davina yang ada di sana. Hai, Eden. Selamat datang di perut Mama ya, Nak. Mama senaaanggg banget dengan kehadiran kamu di sini. Tapi Mama juga sedih karena nggak bisa ngasih tahu ke Papa. Maafin Mama ya. Harusnya kehadiran kamu menjadi berita yang baik untuk semuanya. Tapi saat ini Papa sedang bertingkah menyebalkan. Mama sedang tidak bicara dengan Papa. Hubungan kami cukup rumit. Semoga kamu mau maafin Mama karena merahasiakan hal ini dari Papa ya. Eden, Mama belum tahu kamu akan jadi anak laki-laki atau perempuan. Tapi “Eden” adalah nama yang terlintas di benak Mama ketika melihat kamu di monitor ruangan dokter tadi. Semoga kamu tidak marah dengan nama panggilan yang Mama berikan ini ya. Buku ini akan Mama berikan saat kamu berusia dua pul

