Meisya tampak kesal, pasalnya gara-gara ulah Ando dia hanya sempat tidur 3 jam lebih sedikit. Mungkin hampir empat jam lebih tepatnya. Pria itu benar-benar keterlaluan, untung saja mereka tidak sampai terlambat bangunnya karena Meisya memasang alarm jam 2.30 untuk berjaga-jaga. "Kenapa cemberut gitu mukanya, masih ngantuk?" "Masih nanya?" Meisya menjawab agak ketus, dia lalu segera beranjak ke kamar mandi untuk sekedar mencuci muka karena sebelum tidur semalam mereka sengaja sudah mandi terlebih dahulu. Tentu saja agar lebih nyaman dan tidak perlu mandi lagi pada dini hari seperti ini. "Kita ke kamar mandi bareng biar lebih cepet." "Nggak, Mas tunggu di sini aja." Meisya langsung menahan langkah Ando yang hampir beranjak masuk ke kamar mandi dengan tatapan waspada. "Kenapa sih Sayang?

