Ando sepanjang perjalanan pulang tidak banyak berbicara. Moodnya telah hancur setelah ia disapa oleh seseorang yang tidak dia harapkan sama sekali. Rasanya sungguh menyebalkan baginya. Bagaimana bisa ada seseorang yang terlalu ingin ikut campur seperti itu di dunia ini? "Kenapa Mas?" "Nggak apa-apa sayang, ayo kita masuk ke dalam." Ando langsung membawa Meisya masuk ke dalam rumah mamanya setelah memarkirkan mobil di halaman rumah. Saat dia membuka pintu yang tidak dikunci, anak-anak langsung berdiri dan berhambur ke arah mereka dengan semangat. Atau lebih tepatnya langsung berhambur memeluk Meisya dan mengabaikannya. "Kenapa anak-anak tidak ada yang dekat denganku dan mereka mengabaikanku semuanya? Bukankah aku adalah penyumbang benih terbaik di sini?" "Awww maaf sayang, jangan dicub

