"Mas, ada apa?" Meisya langsung tersentak kaget saat Ando langsung memegang tangannya dan menarik Meisya untuk masuk ke dalam ruang kerja istrinya. Ando tak lupa langsung mengunci pintu ruang kerja istrinya, yang sebenarnya merupakan ruang kerja ayah mertuanya. Namun Meisya diperbolehkan menempati ruang kerja ayahnya selagi pria paruh baya itu sibuk di rumah sakit pusat. Ando tidak menjawab, dadanya tampak bergemuruh. Ya benar, dia merasa cemburu. Sedari tadi Ando dapat melihat dari mobilnya saat dia menyaksikan istrinya tampak diapit oleh dua pria yang dengan sepengetahuannya menyukai Meisya. Dia ingin datang dan langsung menarik Meisya pergi, namun dia menahan diri agar tidak nekat memukuli kedua pria itu karena berani-beraninya mendekati istrinya saat dia tidak ada. "Mas nggak suka k

