"Mas, ayo kita berjalan-jalan sekarang." Meisya tampak sudah segar dengan aroma harum yang menguar dari tubuhnya. Pagi ini cukup dingin, namun suaminya tampak masih betah meringkuk di balik selimut tebal yang membungkus tubuhnya. Setelah subuh mereka memang kembali tertidur karena tidak tahan dengan udara dingin yang semakin terasa menusuk kulit hingga ke tulang. Sedangkan sekarang matahari sudah beranjak naik. Sudah hampir jam 7 pagi, namun Ando sama sekali tidak berniat untuk bangun dari tidurnya. Meisya berdecak dengan kesal. "Masss, ayo bangun mandi terus kita sarapan dulu!" Meisya tampak cemberut. Dia berjalan mendekat dan menggoyangkan tubuh Ando beberapa kali. Pria itu tidur seperti orang mati dan sangat sulit untuk dibangunkan. Meisya akhirnya naik ke atas tempat tidur, duduk d

