Uap panas dalam kamar mandi tampak mengembun hingga membuat kaca yang ada di dalamnya menjadi buram. Dengan hangat air shower yang terus saja mengalir selama hampir satu jam lamanya. Sepasang suami istri di bawah guyuran air shower tersebut akhirnya mematikan shower dan memakai handuk untuk mengeringkan tubuh mereka berdua. "Dingin gak Sayang?" Meisya hanya menganggukkan kepalanya pelan. Bibirnya bahkan sudah pucat karena mereka mandi terlalu lama. Tentu saja ini semua karena ulah suaminya yang tidak mau melepaskan Meisya sejak tadi. Ujung jari-jari tangan Meisya juga sudah agak mengerut karena terlalu lama terkena air. Bahkan rasa dingin yang menusuk kulit kembali terasa setelah guyuran air hangat dari shower telah terhenti sepenuhnya. "Mas-" Meisya mengalungkan kedua tangannya pada le

