
"Ayah sudah ambil uang pensiun? " tanya Istri ku."sudah, tapi uang nya tinggal tersisa sedikit " jawab ku. "untuk apa? " tanya Istri ku kaget. Sambil menjawab aku tak berani menatap muka nya " Untuk membeli pigura lukisan ku". Mendengar itu, Istri ku langsung berani teriak marah. "Gara-gara lukisan itu Ayah tega menghabiskan uang belanja! Sekarang lebih baik ku bakar lukisan yang membuat sial seisi rumah!"
"Jangan!! " teriak ku. "Kau jangan nekat membakar nya. Nanti akan ku ganti uang yang telah ku pakai itu! "
"Tidak! Aku akan tetap membakar nya! " teriak Istri ku kesal. Kami saling tarik menarik lukisan. Untung saja lukisan itu tidak rusak. Pada akhirnya anak-anak turun tangan berusaha untuk melerai kami dan akhirnya Istri ku mengalah. Malam nya, aku terpaksa tidur di studio ku. Dan tiba-tiba saja, Aku bermimpi buruk. Aku melihat wanita itu keluar dari lukisan ku dan melangkah turun ke bawah. Langkah nya ringan, melayang, masuk ke kamar bahkan menerobos daun pintu dengan begitu saja. Wanita itu mendekati pembaringan Istri ku dan mencekik nya. Tak ada erangan atau keluhan yang keluar dari mulut nya. Seketika itu juga tubuh Istri ku lemas tak berdaya. Setelah itu, wanita cantik itu pun kembali melayang ke ruang atas dan masuk kembali ke dalam lukisan ku. Apakah Jonathan lebih sayang pada keluarga nya atau pada lukisan nya?
