William membawa semua kegalauan hatinya ke kota singa, Singapura. Selain urusan pekerjaan, dia berpikir untuk memberikan dirinya waktu bebas tanpa beban selama seminggu disini. Semenjak kepergian Aurel, pikirannya tidak bisa terlepas dari sosok wanita itu dan sangat menyiksa dimana rasa cinta dan benci saling menarik di dalam sana. Mengenakan jeans dan kemeja lengan pendek berwarna putih, pria itu melangkahkan kaki pertama kali di Singapura. Tanpa ragu dia menyeret koper kecil menuju imigrasi untuk meresmikan kedatangannya. Baginya kota Singapura sudah tidak asing, selain Australia dimana dia tinggal disana lebih dari tiga tahun, Singapura juga menjadi negara favoritnya. Selain kebersihan dan kenyamanan mobilitas, William menyukai hiburan malam yang bebas. Itulah tujuannya saat ini. Dia

