Jalanan terlihat seperti biasa, hanya saja tidak seramai jam pulang sekolah. Mungkin karena ia terlalu lama di sekolah, alhasil hanya ada dia dengan Maura saja. Duduk lagi di atas motor ini membuatnya masih tidak percaya. Ia ingat kapan terakhir kali berboncengan dengan Ale, hari itu adalah hari terakhir ia pergi bersama Ale ditemani Maura dan Irham. Nadira menghela napas saat ia melewati jalanan yang sering dilewati, bagaimana bisa Ale seperti ini menggunakan kembali mengingat masa lalu. Selama di jalan Ale tidak bersuara, ia pun melajukan motornya dengan kecepatan normal. Nadira pun paham dan aman, karena jika terlalu cepat ia tak enak jika harus berpegangan pada Ale. Tangannya sekarang memegang ponselnya terus-menerus, sesekali merapihkan rambut yang mendukung wajahnya. Toko buku su

