"Nad.." "Nadira.." "Nadi..ra ..." Nadira Membuka Selimut yang Membuat Wajahnya, Suara Pembicaraan itu membuatnya Terbangun. Ia diam lalu lalu mengucek-ucek mata nya, sembari mengumpulkan nyawa nya. Dilirik jamnya di atas nakas, baru ditunjukkan pukul 5 pagi. "Nadira..." Nadira mengubah posisinya menjadi duduk, ia menggeliat lebih dulu sebelum meninggalkan tempat tidurnya. Ia berdiri di depan cermin meja rias ya, merapihkan rambutnya yang terkunci. Lalu aktifkan lampu tidurnya, dan jalankan keluar kamar. "Iya, aku di sini." Nadira tidak turun ke bawah, ia hanya berdiri di anak tangga pertama. Lalu menoleh ke bawah, mencari siapa yang mengundang. "Nad!" Nadira mengedarkan pendapatnya ke bawah, tidak ada siapa-siapa di sana. "Aku di sini, Nadira, di belakang kamu." Otomatis Nadira

