Rahasia Baim dan Pak Agus

1160 Kata

Semua mata tertuju padaku yang celingukan malu. "Hai, kamu! Sini!" Baim memanggilku ke depan. Dengan takut, aku berjalan ke depan barisan. "Kamu terlambat ya? Iya??" tanya Baim tegas. "Iya, Mas," jawabku takut. Aku cuma menunduk, nggak berani menatap matanya langsung. Tatapannya itu tajam, berkilat-kilat, kalau menatap langsung takut jadi buta, wkwkwk ... kayak orang lihat gerhana gitu. "Kenapa terlambat?" tanyanya tegas. "Saya sudah berusaha bangun pagi, tapi harus kerja dulu bantu orang tua. Saya nggak punya kendaraan, di jalan macet, jadi saya terlambat. Saya minta maaf," jawabku takut. "Jessy, karena dia cewek, kuserahkan penanganannya sama kamu. Aku urus yang lain dulu," kata Baim. Dia membubarkan pasukan ospek, lalu pergi. Sementara aku saat ini berhadapan dengan tiga ce

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN