Hujan turun, petir menggelegar, suasana menjadi sedih. Seperti dalam Sinetron Ikatan Tali Rafia, aku pun menangis. "Itu fitnah, Mas. Ingat, fitnah lebih kejam daripada tidak menfitnah. Tega sekali Pak Udin bicara begitu tentangku," ucapku sambil menangis. Ekspresiku kubuat semirip mungkin dengan Andin di sinetron Ikatan Tali Rafia, supaya Mas Baim terharu dan luluh padaku. "Ya sudah, kita bicarakan baik-baik ya masalah ini," kata Mas Baim sambil mengusap air mataku. Tingkahnya udah mirip Aldebaran banget. Mudah-mudahan pembaca nggak muntah lihat tingkah kami yang sok Andin dan Aldebaran ini. Aku menggenggam erat tangan Mas Baim. "Mas, Rara bersumpah, Rara mencintai Mas Baim apa adanya. Rara nggak pernah ada niat mencelakakan Mas, nggak ada pelet dan guna-guna. Memang dulu Rara ragu s

