Fitnah Lebih Kejam Daripada Tidak Menfitnah

652 Kata

Mendengar suara 'aduh sempit aduh sempit' itu, aku segera bangun. Di ruangan lain, aku lihat Mas Baim lagi memasukkan cincin ke jari seorang wanita cantik. "Apa-apaan kalian?!" tanyaku keras. "Mas Baim, siapa wanita itu?! Tega-teganya kamu memberikan cincin padanya! Aku mau tanya, itu berapa gram?!?! Aku juga mau!" Mas Baim dan wanita itu berpandang-pandangan, lalu Mas Baim berdiri mendekatiku dengan wajah galak. "Dengar Rara, kamu tak berhak melarangku karena kamu bukan apa-apaku lagi. Paham???" katanya tegas. "Tapi, Mas ...." "Tidak ada tapi-tapian, enyah kau dari rumah ini!!!" Duerr!!! Petir menggelegar, hujan turun, aku lari-lari sambil menangis. Terdengar backsound lagu, "Kumenangiiiiiis membayangkan ... Betapa kejamnya kau buat atas diriku ...." Tiba-tiba gempa mengguncang,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN