Mendengar suara 'aduh sempit aduh sempit' itu, aku segera bangun. Di ruangan lain, aku lihat Mas Baim lagi memasukkan cincin ke jari seorang wanita cantik. "Apa-apaan kalian?!" tanyaku keras. "Mas Baim, siapa wanita itu?! Tega-teganya kamu memberikan cincin padanya! Aku mau tanya, itu berapa gram?!?! Aku juga mau!" Mas Baim dan wanita itu berpandang-pandangan, lalu Mas Baim berdiri mendekatiku dengan wajah galak. "Dengar Rara, kamu tak berhak melarangku karena kamu bukan apa-apaku lagi. Paham???" katanya tegas. "Tapi, Mas ...." "Tidak ada tapi-tapian, enyah kau dari rumah ini!!!" Duerr!!! Petir menggelegar, hujan turun, aku lari-lari sambil menangis. Terdengar backsound lagu, "Kumenangiiiiiis membayangkan ... Betapa kejamnya kau buat atas diriku ...." Tiba-tiba gempa mengguncang,

