Ketagihan

555 Kata

Kami melanjutkan percintaan yang panas, tak peduli atap bocor atau bahkan jika Pak Udin bernyanyi sekalipun. Mas Baim terus memeluk erat tubuhku, membelai rambutku, mengusap wajahku, hingga tangannya berpindah ke bawah. Ia mulai membuka .... bungkus lilin. "Lilinnya udah mau habis, Ra," katanya sambil nyalain lilin lagi. Sesudah itu kami melanjutkan percintaan. Ia memeluk erat tubuhku, mencumiku, hingga kemudian .... Ninuuu .... Ninuuu .... Ninuuuu ... ????????????????????????❣️???????❤???????????????????????????❤???? ... demikianlah hingga adegan penuh sensor itu terjadi. Mas Baim menatapku dengan pandangan penuh cinta, membuatku jadi tersipu-sipu karenanya. "Ih, apaan sih, lihatnya jangan gitu dong, kan Rara jadi malu," kataku sambil membungkus seluruh tubuh sampai kepalaku deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN