Sejak kalah bermain basket, Baim jadi aneh. Dia jadi sok-sok pedekate dan ngerayu-ngerayu aku. Pagi itu aku lagi nunggu jadwal kuliah, tiba-tiba Baim deketin. "Hei, Rara, hari ini cerah ya," katanya. "Cerah apaan? Itu kan mendung," jawabku sambil nunjuk langit yang kelabu. "Walaupun suasana mendung, tapi buat aku cerah, karena aku bisa melihat sinar indah di matamu," katanya. Aku cuma melengos. Apaan, biasanya jahat, tiba-tiba sok manis kayak gitu. Kemudian Baim ngomong lagi. "Rara, kamu tahu nggak, kalau deket sama kamu, aku jadi merasa kayak mentega dan kamu wajan panasnya." "Kok bisa? Maksudnya gimana?" "Iya, karena aku jadi meleleh kalau deket sama kamu," jawab Baim. Aku:?????? Lalu Baim ngomong lagi. "O iya, Ra. Kamu kalau buah-buahan, lebih suka apel atau anggur?" "Ma

