Part 8 Lo itu ya...

1301 Kata
Zaf menarik koper besar berwarna pink keluar dari apartemen menuju basement dimana mobilnya terparkir yang diikuti seorang gadis berambut pirang dengan dress berwarna peach, mereka meninggalkan apartemen dalam kondisi bersih dan rapi. Setelah perdebatan yang cukup panjang dan membuat Zaf kesal karena Rane tak mau menurut akhirnya mereka berdua bisa berdamai juga. Rane dengan wajah yang ditekuknya mengikuti Zaf untuk naik lift. Setelah sampai di basement mereka masuk ke mobil, Zaf mengendarai mobilnya keluar apartement. "Ella" "Mau sarapan dulu?" "Gak" jawab Rane begitu ketus, Zaf hanya mengangguk saja kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kantor Urusan Agama, tanpa sepengetahuan Rane. Gadis itu hanya fokus bermain ponsel tak perduli dengan Zaf yang akan membawanya kemana. Satu jam kemudian mobil keluaran baru itu memasuki parkiran KUA, Rane yang merasakan mobil berhenti menoleh kedepan, matanya melotot seketika saat membaca sebuah plang besar dihalaman parkir "Zaf lo benar- benar serius?" "Iyalah masa gue bercanda ayo turun" mau tak mau Rane ikut turun mengikuti Zaf. Rane tak mau ambil pusing ia memilih duduk dan membiarkan Zaf yang mengurus semuanya. Ia tak terlalu perduli dengan yang dilakukan suaminya itu. Akhirnya selesai juga setelah menunggu dan mengantri cukup lama yang membuat Rane menggerutu terus karena ia tak suka menunggu atau mengantri, Zaf hanya berkata sabar karena sebentar lagi berkas mereka sudah selesai didaftarkan. "Kita beneran nikah nih?" tanya Rane seolah masih tak percaya apa yang dilakukan oleh Zaf di kantor ini "Menurut lo?" Rane diam ia berjalan mengikuti Zaf yang sudah berjalan terlebih dahulu keluar dari kantor urusan agama, mata Rane menatap sepasang pengantin yang baru saja menikah, wajah mereka terlihat bahagia dengan pakaian khas pengantin, walau sederhana wanita berkebaya putih dengan memakai jilbab panjang masih terlihat cantik dan memesona. "Lo mau kita pakai baju pengantin?" bisik Zaf membuat Rane mengalihkan pandangan dari pengantin itu. Entahlah rasanya Rane masih belum siap, ia punya cita-cita menikah dengan orang dicintai memakai gaun pengantin dengan design dan buatannya sendiri. Apa bisa ia membuat pernikahan dengan konsep keinginannya sendiri sedangkan laki-laki yang sudah menjadi suaminya saja ingin menikahinya di KUA saja. Bagaimanapun juga Rane seorang perempuan yang ingin mempunyai pernikahan impian dengan resepsi mewah dan menjadi ratu sepanjang hari. "Gue janji kita adain resepsi setelah lulus kuliah ya" Zaf seperti tau isi hati Rane langsung berbisik, bagaimanapun juga setiap pengantin pasti ingin mempunyai moment yang tak akan dilupakan sekali seumur hidup. Zaf akan melakukannya untuk Rane, ia yakin istrinya itu ingin sekali mengadakan resepsi pernikahan. Zaf menggamit jemari Rane membuat gadis itu menoleh dan menatap tajam Zaf, Zaf hanya tersenyum. "Ah sial kenapa harus senyum sih" batin Rane tak kuat menatap wajah tampan Zaf yang begitu teduh "Maksudnya apa nih pegang-pegang?" ujar Rane ingin melepaskan genggaman, namun Zaf semakin mengeratkan jemarinya menggenggam erat tangan perempuan untuk pertama kalinya, untungnya Rane sudah halal untuknya. "Yuk kita pulang" "Zaf jangan bilang lo udah suka ya sama gue?" tanya Rane menatap Zaf tiba-tiba "Emang gak boleh gue suka sama istri sendiri?" "Dih emang gue istri lo? Ingat ya kita teman hanya teman" "Iya teman tapi sah, yuk jalan gue mau ngajak lo shopping, mau gak?" "Serius? Lo yang bayarin kan?" Zaf mengangguk "Okelah kalau begitu, ayo gue mau beli tas keluaran baru, lipstik,skincare gue udah habis, hmm apa lagi ya, gue mau beli sepatu, terus peralatan mandi gue karena gue lupa bawa tadi, hmm apa lagi ya?" Rane berfikir mau beli apa lagi mumpung dibayarin, tanggal tua begini biasanya Rane harus irit karena belum dikirimkan uang saku dari orangtuanya, mumpung ada mesin baru jangan sampai di sia-siakan. Zaf hanya tersenyum geli dasar wanita giliran diajak shopping aja senang bukan main. "Kita beli seperangkat alat sholat, dan cincin buat kamu" ujar Zaf membuat gadis disampingnya menghentikan jalannya, mereka sudah sampai di mall setengah jam yang lalu. Baru saja Rane ingin mengajak Zaf ke toko tas namun langkahnya harus terhenti karena ucapan Zaf. "Apa? Buat apaan sih? Gue gak butuh itu" "Itu buat mahar lo, dan gue juga sudah janji bukan untuk mengajari lo sholat dan mengaji? Yuk" Zaf menggamit jari Rane lagi, gadis itu terpaksa mengikuti Zaf. "Jangan ngambek gitu, nanti gue beliin semua yang lo mau" "Serius?" "Iya" "Kok lo baik sih Zaf? Bener kan lo udah suka sama gue?" Zaf tertawa ia mengacak rambut Rane, Rane seketika terpana, kenapa Zaf cepat sekali membuatnya terpana dan sedikit baper? Apalagi senyum Zaf yang begitu manis dengan tatapan yang teduh. Perempuan manapun yang menatap Zaf pasti langsung meleleh hatinya. "Gue hanya ingin mencoba jadi suami yang baik, karena bagaimanapun lo istri gue Ella." Rane menyembunyikan rasa harunya, bolehkah ia senang dengan perlakuan Zaf yang manis? Zaf yakin Rane akan segera luluh dan menerimanya bila ia memperlakukan Rane dengan baik dan tulus, Zaf tidak akan membiarkan celah sedikit pun untuk Rane bisa kembali dengan Garal, walau Rane dan Garal masih menjadi sepasang kekasih. Zaf akan melindungi Rane dari laki-laki buaya seperti Garal dan juga Rane kini sudah menjadi istrinya, sudah menjadi kewajiban Zaf melindungi dan menyayangi perempuan yang belum lama ia kenal ini. *** Setelah berkeliling mall mereka memutuskan untuk makan di restaurant yang ada di mall, Zaf menenteng banyak paperbag belanjaan istrinya, ini perdana Zaf mengeluarkan tabungannya untuk belanja yang menurutnya tak terlalu penting. Ingatkan Zaf untuk tak menuruti kemauan Rane lagi, bukannya pelit namun semua yang dibelanjakan harus sesuai porsi jangan sampai berlebihan karena bagaimanapun harta dan benda yang kita miliki akan dipertanggung jawabkan di akhirat nanti. Mereka duduk berhadapan menunggu pelayan membawakan pesanan setelah mereka memesan makanan dan minuman. "Jangan bosan untuk belanjain gue ya Zaf, gue suka shopping dan itu wajar buat perempuan" Wajar? Apanya yang wajar jika belanja yang hanya sekali uangnya bisa membeli 1 unit motor baru, yang Zaf tak habis fikir harga satu tas kecil saja bisa mencapai 10jt padahal Zaf yakin tas itu tak bisa menampung lebih dari dompet dan ponsel. "Kok manyun gitu? Gak ikhlas ya beliin gue tas?" "Ikhlas kok ikhlas Ella" ucap Zaf sambil memaksakan tersenyum, ia ikhlas tapi bagaimana ya sedikit kesal saja, kenapa Ella harus membeli tas sekecil itu dan mahal, tas untuknya sendiri saja hanya seharga selembar uang merahan, dan tas itu juga sudah Zaf pakai dari awal kuliah. Rane tertawa dalam hati "Mampus lo Zaf, gue bakalan buat hidup lo susah punya istri kaya gue. Belum tau gue kan? Pokoknya lihat saja gue bakalan buat lo sengsara, baru 15jtan aja wajahnya sudah kesal" batin Rane, sebenarnya Rane sudah membeli tas itu Satu minggu lalu sebelum bertemu Zaf, tapi mengoleksi 2 tas tak masalah kan? Yang penting atm tetap aman, dan Rane bisa gunakan kesempatan untuk membuat Zaf kesal. Bukan matre, Rane hanya ingin Zaf merasakan hidupnya yang selalu bergelimang harta, dan Rane akan menolak keras hidup sederhana seperti suaminya ini. Sudah di kasih kaya kok malah ingin hidup sederhana. No way, selama harta masih ada untuk apa di sia-siakan toh kita mati juga gak bawa harta, jadi nikmati harta selagi di dunia. "Lo kok beli apa itu tadi muka.." "Mukena" "Iya apalah itu mukena sampai 3 pcs buat siapa aja?" "Buat lo semua lah, jadi bisa ganti-ganti, nanti kalau di cuci bisa pakai yang satunya" "Oohh" "Itu gue belikan juga jilbab, gue pengen deh lo coba pakai jilbab" tadi saat ke toko khusus muslimah Rane hanya duduk diam ia malas untuk memilih semuanya yang memilih adalah Zaf. "Apa? Gak gue ga mau ya, nanti rambut gue rusak" "Enggak lah masa rusak, rambut kamu malah bagus kalau ditutup" "Enggak ya Zaf, gue gak mau!" "Oke oke" Zaf pasrah dan tak akan memaksa Rane. Mereka makan menikmati menu yang tersedia. Setelah makan Zaf pikir akan langsung pulang namun ia salah Rane menariknya ke sebuah tempat yang paling malas laki-laki kunjungi. "Gue mau perawatan rambut dan wajah" Zaf menghela nafasnya namun ia mengangguk mengikuti Rane masuk ke salon ternama. Hanya hari ini saja Zaf, Ella benar-benar kamu ya. Lirih Zaf saat gadis itu sudah masuk ke dalam salon.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN