Bab 05. Lima Penjaga

1114 Kata
Yumna hanya mengangguk meskipun sebenarnya dia sangat penasaran. Karna baginya, sang kakak adalah orang kedua yang sangat dia percaya setelah mamanya. "Sekarang ke mana?" tanya Ryung Seok menatap adiknya. "Supermarket," jawab Yumna riang menatap kakaknya. Ryung Seok tersenyum sambil menyentil kening adiknya, lalu menjalankan mobilnya. “Ish, kakak. Dibilangin aku bukan anak kecil lagi,” Yumna berkata sambil memukul pelan lengan kakaknya. “Kamu tetap adik kecilku,” Ryung Seok tersenyum sambil mengusap sebentar kepala adiknya yang tentu saja langsung ditepis oleh sang adik karna kesal. *** Saat di parkiran, Yumna meminta agar kakaknya menunggu di mobil. "Kamu nggak susah bawanya?" tanya Ryung Seok melihat adiknya. "Lebih susah kalau kakak ikut," jawab Yumna sambil nyengir. Ryung Seok hanya menghela napas mendengar jawaban sang adik. “Nanti kalau sudah selesai, aku telepon kakak. Aku tunggu di pintu utama,” Yumna tersenyum lalu keluar dari mobil. Ryung Seok menarik tuas kursi, lalu mendorongnya dan merebahkan tubuhnya. Ponselnya berbunyi, dia pun membaca pesan dari Kyung Han lalu membalasnya. Yumna mendorong trolley dan mengambil barang-barang sesuai dengan catatannya. "Hei," sapa seseorang menepuk bahu Yumna. Yumna menoleh ke belakang dan terkejut melihat orang-orang berpakaian serba hitam. Satu diantaranya sedang merekam Yumna dan mengirimnya pada seseorang. "Maaf, kalian siapa ya?" tanya Yumna waspada. "Ini kami," jawab Kyung Han membuka kacamata dan maskernya. "Ya Allah. Aku kira siapa, Kak," Yumna lega melihat orang-orang yang dikenalnya. "Kalian ke sini nggak mungkin belanja kan, Kak?" tanya Yumna sambil melihat sekitarnya. "Tentu saja bukan," jawab Hyuk San tersenyum di dalam maskernya. "Terus?" Yumna makin bingung melihat leader Star Moon itu. "Bantu kamu belanja," Kyung Han memakai kembali kacamata dan maskernya. Dia mengambil alih trolley, Hyuk San mengambil alih kertas catatan Yumna, dan Nam Shik yang mengambil barang-barangnya. Mereka bekerja tanpa memperdulikan protes Yumna. Yumna berjalan di samping Kyung Han sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal, sedangkan Kwan Hee berjalan di belakang mereka sambil mengawasi situasi. "Kalian seperti ini apa nggak malah ketahuan, ya Kak? Terlalu mencolok," tanya Yumna hampir seperti berbisik. "Lebih ketahuan lagi kalau kita nggak pakai masker, kacamata, sama topi," jawab Kyung Han dengan santai. "Paling mereka pikir kita bodyguard kamu," lanjutnya. "Tapi kan aku bukan orang besar, Kak," kata Yumna menoleh ke arah Kyung Han. "Edisi terbatas," Kyung Han tersenyum menatap Yumna. "Kita biasa saja, biar nggak mencolok," Hyuk San memberi saran yang langsung diangguki oleh Yumna. "Tadi kakak, sekarang teman-temannya. Habis gini siap-siap marathon lagi deh," batin Yumna menghela napas. Dari kejauhan, terlihat seseorang berjalan dengan cepat menghampiri mereka. Dia adalah Ryung Seok yang berhasil membuat Yumna dan anggota Star Moon lainnya terkejut. "Beneran di sini," Ryung Seok berkata tepat ketika berdiri di depan adiknya, meskipun pandangannya mengarah pada Kyung Han. Yumna dan anggota lainnya memberi isyarat pada Ryung Seok bahwa wajahnya terlihat jelas. "Wajahmu," Hyuk San berkata tepat di depan Ryung Seok dan Yumna. Ryung Seok yang tersadar bergegas kembali ke mobil. Tapi dia terlambat karna mulai terdengar teriakan dan banyak yang berlari menghampiri mereka. Sontak, kelimanya berdiri mengelilingi Yumna untuk menutupi. Ryung Seok mengambil topi Kyung Han dan memakaikan ke adiknya agar wajahnya tidak terlihat. Dia menundukkan kepala sang adik tanpa melepas genggaman tangannya. Ryung Seok melihat para fans sambil sesekali melihat adiknya. Mereka mulai sibuk mengambil foto, merekam serta membuat status di sosial media. Ada beberapa fans yang mencoba memegang wajah serta tangan sang idol. Kebanyakan dari mereka, mengelu-elukan nama Ryung Seok. "Yang idol kan mereka, tapi kenapa aku ikutan gini sih. Bentar lagi pasti lari-larian lagi. Rasanya nggak pernah tenang kalau keluar bareng mereka," batin Yumna terdengar kesal. Pandangan Yumna tertuju pada genggaman tangan kakaknya. Dia baru sadar bahwa sang kakak menggenggam tangannya dari tadi tanpa melepasnya. "Kalau seperti ini, mana bisa aku kesal. Yang ada malah jantungku senam," lanjutnya menghela napas. Dae Baek ditemani beberapa satpam menerobos masuk kerumunan dan membuat jalan keluar untuk Star Moon serta Yumna. Mereka pergi dikawal oleh beberapa satpam lainnya, sementara sang manajer mengambil alih situasi. Beberapa fans ada yang berlari mengikuti mereka. Tidak jauh, terlihat Chung Ae sedang memperhatikan sosok yang dikenalnya ketika angin menerbangkan topi yang dipakainya. “Mi Cha,” Chung Ae berkata lirih dengan tatapan heran. Dia pun berlari menghampiri Yumna yang akan masuk ke dalam mobil. Dengan sigap, satpam-satpam itu menghalanginya. “Mi Cha, tunggu!” teriak Chung Ae. “Saya teman gadis itu, Paman,” kata Chung Ae menunjuk Yumna. Yumna yang mengenali suara itu, menghentikan langkahnya diikuti yang lain. Dia melepas genggaman tangan kakaknya, membuat sang kakak menatapnya. “Mau ke sana?" tanya Ryung Seok dengan suara lirih setelah melihat Chung Ae. Yumna hanya mengangguk. Dia membalikkan badan dan melihat Chung Ae yang masih bersikeras di tempatnya. “Kakak tunggu di dalam,” Ryung Seok berkata lirih. Dia mengajak anggota lainnya untuk masuk ke mobil. Yumna menghela napas sesaat, lalu berjalan cepat menghampiri Chung Ae. "Biarkan saja paman, dia teman saya," pinta Yumna melihat satpam yang berjaga. "Baik, Nona," satpam itu berkata dengan sopan, dia mengajak temannya untuk pergi. "Kita ngobrol di sana ya," pinta Yumna tersenyum menatap Chung Ae. Mereka berdua berdiri di bawah pohon tanpa suara. Chung Ae menunggu Yumna bicara, sedangkan yang ditunggu bingung untuk memulai. Yumna merasa tidak enak pada temannya, karna tidak menceritakan lebih awal. “Kamu kenapa bisa bareng mereka?” tanya Chung Ae memulai pembicaraan karna penasaran. “Sebelumnya, aku minta maaf Chung Ae. Aku nggak berniat nyembunyikan ini dari kamu ataupun Myung San. Aku cuma bingung gimana mulainya dan nunggu waktu yang tepat untuk cerita," Yumna berkata dengan hati-hati. "Sebenarnya ... aku keponakan paman Dae Baek," Yumna melanjutkan dengan menyesal. “Apa? Kamu serius?” tanya Chung Ae sedikit terkejut sambil memegang tangan Yumna. Yumna hanya mengangguk, menatap Chung Ae. "Tadi, aku lagi bareng sama paman. Tiba-tiba beliau dapat telepon dari kak Hyuk San, makanya langsung ke sini," Yumna terpaksa berbohong pada Chung Ae. "Apa kamu takut aku marah, kalau kamu cerita?" tanya Chung Ae. "Iya, apalagi setelah tahu kamu fans Kak Ryung Seok," jawab Yumna. "Ya nggak mungkin lah aku marah. Aku malah senang tahu kamu keponakan paman Dae Baek. Jadi bisa gosip nggak sih," Chung Ae berkata diikuti dengan tawa renyahnya. Yumna lega setelah melihat reaksi Chung Ae. Dia pun tersenyum menatap temannya itu. "Tolong rahasiakan dari siapapun ya, Chung Ae," pinta Yumna. "Kalau Myung San gimana?" tanya Chung Ae. "Nggak papa kalau dia," jawab Yumna tersenyum. “Kalian sudah selesai?” tanya Dae Baek berdiri di depan keduanya. “Oh halo paman, saya Chung Ae teman kampus Mi Cha,” Chung Ae memperkenalkan diri dengan sopan. Dae Baek hanya mengangguk menatap Chung Ae, lalu beralih ke Yumna. “Aku duluan ya, sampai ketemu di kampus,” pamit Yumna, dia melambaikan tangan pada Chung Ae lalu berjalan mengikuti pamannya yang sudah jalan duluan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN