ALEXANDER POV Fernseea Junior High Oktober 2004. Aku tidak lagi akan bercerita mengenai cuaca dan bagaimana ia turut berperan dalam masa laluku. Yang kuingat hari itu kami sedang berada di halaman belakang milik Fernseea Junior High. Seperti biasa, sepulang sekolah kami singgah di sana untuk bermain basket sebentar. Namun hari itu kami beranggotakan lima orang: aku, Dimitri, Danvy, Raf, dan Michael. Hari itu kami sama sekali tidak berniat ingin bermain basket. Kami hanya berkumpul di tribun dan saling berbagi cerita, dimulai oleh Raf yang menceritakan perihal ia dan Ava yang telah resmi menjadi sepasang kekasih. Walau akan seperti air dan minyak di atas wajan panas, namun akhirnya sejoli itu bersama juga. Cerita dilanjutkan oleh Michael yang dengan bangganya mengundang kami menghadiri

