Sebuah Keputusan Sepihak

2003 Kata

ALEXANDER POV "Kurasa lebih baik aku pulang saja." Amanda menatapku dengan was-was. "Kita telah sampai di sini. Jika kau tidak ingin datang, harusnya kau katakan itu tadi saat aku menjemputmu di depan apartemen. Lagipula ini hanya acara biasa," tukasku lalu mengusap pundaknya. Amanda mendesah pelan. Mencoba mengumpulkan seluruh kekuatannya untuk sekadar melangkahkan kaki berjalan bersampingan denganku. Saat ini kami tengah berada persis di depan pintu masuk cafe milik Bryan, tempat di mana ayahku akan merayakan ulang tahunnya. Sepertinya seluruh tempat ini telah di-booking oleh ayah. Sekilas dari luar aku tak melihat hiasan apapun sebagai clue bahwa di dalam cafe ini tengah berlangsung sebuah acara. Namun aku yakin bagian dalam cafe pasti telah dihias begitu rupa. Maureen punya selera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN