Maafkan Aku

2038 Kata

ALEXANDER POV "Ini bahkan masih cukup pagi untuk berada di sini." Aku menoleh menuju sumber suara. Nampak seorang wanita yang namanya tersemat abadi dalam ingatanku. Jelmaan gadis kecil yang kutemui saat berkunjung ke RS. St. Fransiskus. Namun kini penampilannya lebih feminim. Ia lebih banyak tersenyum. "Kau tidak ke kantor?"  Ia menatapku lamat-lamat. "Di hari libur? Terima kasih!" "Kau ... menggunting rambutmu?" Kuarahkan pandanganku pada rambut sebahunya yang tergerai. Ia tertawa kecil. Lalu menggangguk. "Aku butuh sesuatu yang baru," ujarnya yang kemudian mengambil tempat untuk duduk tepat di sampingku. "Sesuatu yang baru? Seperti apa? Rumah? Jabatan? Kekasih?" "Nuansa baru." Ia kembali menatapku seraya berujar, "Kau masih memikirkan Amanda, ya?"  "Aku kehilangan kontak dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN