Rion menepuk tangan, “Wah, aku tak menyangka semua ini terjadi! Aku hampir saja berpikir kalau bayi itu milikku, karena umurnya tak jauh beda saat aku-”
“Stop, kau tak perlu membicarakan hal lalu pada masa kini. Itu terdengar memuakkan.”
Rion mengangguk, “Ya, terdengar tak enak! Apalagi saat kau mengambil sisa makananku.”
Wezi tak terpancing, dia tahu yang di inginkan Rion . Dia ingin mengakhiri pembicaraan ini dengan sikap Arogan! Marah-marah tak jelas dan pergi begitu saja.
“Ya, tapi dia terlihat indah dan sangat nikmat!” Wezi mengeluarkan lidahnya, lalu meletakkan ibu jari pada bagian ujung. “Rasanya, MANTAP!”
Kali ini Rion yang mulai emosional, dia ingin melempar Vas Bunga pada wajah pria itu saat ini juga. “Aku tak bisa menerima permintaanmu! Aku akan tetap pada rencana awal. Leka akan tinggal bersamaku! Dia akan memasak dan mencuci pakaianku.” Rion memajukkan wajahnya. “Kami sudah meneken surat perjanjian, semuanya tak mungkin di rubah begitu saja!” Rion berdiri, “Sekarang keluarlah dari kamar hotel ini, aku tak berminat! Sekian dan terimakasih atas waktumu. Ini tak semudah yang kau pikirkan Wezi.”
Wajah Wezi mengeras, dia kesal sekali karena Rion bersikap angkuh padanya. Padahal Wezi sudah berpikir Rion pasti akan mengikuti tawarannya. “Apa kau ingin memanfaatkan Leka? Dia tak pantas mendapatkan apa yang kau inginkan, Rion ! Ingat kau sudah pernah menghina dan menyakitinya. Apa itu tak cukup?!”
Wajah sumringah Rion berubah menjadi serius. “Semua yang aku lakukan bukan urusanmu! Lagipula aku tak peduli bayi siapa yang ada pada Leka! Jika itu memang milikmu kenapa kau tak nikahi dia?! apa karena dia masih mencintaiku secara gila-gilaan dan terjebak denganmu?!”
“Hati-hati dengan apa yang kau katakan Rion ! Aku datang dengan damai tapi kau malah berkata dengan seenaknya. Ingat Rion , aku tak akan tinggal diam kalau kau melakukan sesuatu pada Leka!”
“Wezi.”
Kedua pria itu menatap ke arah sumber suara. Ada Leka di sana, entah sejak kapan dan seberapa banyak yang dia dengar mereka berdua tak tahu.
“Leka aku hanya!”
“Aku mengerti, lebih baik kau kembali! Urusanku dengannya biarlah kami selesaikan.”
“Leka, dia tak akan membuat keadaan menjadi mudah! Dia akan menyulitkan dirimu, percayalah padaku.”
“Aku tahu, please…”
Wezi dan Leka berbisik pelan, agar Rion tak mendengar pembicaraan mereka. Sedangkan Rion melihat kedekatan mereka berdua sebagai kemesraan yang luar biasa. Membuat mata pedih hingga tak bisa berkata apa-apa.
“Hey, kalau ingin b******a tak di sini! Aku harus istirahat.”
“Is, kau memang paling pandai membuat kesal!”
Wezi yang ingin menempeleng kepala Rion di tahan oleh Leka. Wanita itu memeluk Wezi dengan erat, lalu mendorong tubuhnya ke luar kamar hotel.
“Saya akan menunggu Tuan di bawah! Silahkan siapkan pakaian, kita akan pindah ke apartemen hari ini. Saya ingin semua ini cepat selesai.” Leka mengatakannya tanpa melihat wajah Rion .
”Oke! Silahkan nikmati waktu kalian berdua.”
“Leka lepaskan aku, apa yang kau lakukan?! kenapa Leka?!”
“Aku hanya ingin semua ini cepat selesai dan dia mendapatkan semua miliknya kembali. Kau tahu sendiri Wezi, setelah dia mendapatkannya, semua ini tak akan berarti. Aku tak berharap apapun padanya, tolong percaya padaku saja jika tak ingin percaya padanya.
Wezi hanya bisa menatap tajam ke arah Rion yang tersenyum mengejek dirinya. Dia seolah mengatakan kemenangan adalah miliknya. Wezi yang berusaha menahan amarah hanya bisa menendang mobil dengan sangat kuat hingga berteriak sendiri, “Auw b******k kau Rion !” dia memegang kaki yang kini berdenyut nyeri.
Di dalam mobil selama perjalanan Rion terus saja berdendang. Dia menatap wajah Leka yang terus menunduk sejak meraka berada dalam satu mobil
“Aku tak menyangka kau bisa memiliki affair bersama Wezi, padahal kau selalu berkata sangat mencintaiku, heheee! aku jadi ingat saat terakhir kau menemui aku dan memohon untuk menikahi dirimu karena kita tidur bersama malam itu. Setelah aku pikir-pikir pantas saja Wezi sangat membenciku. apalagi saat tahu aku meniduri dirimu! Awalnya aku pikir itu semua karena kalian teman kampus dan ayahmu adalah profesor kesayangan Wezi dan Reydi. Nyatanya baik Wezi ataupun Reydi memiliki hati padamu!” dengan lancang tangan Rion menyentuh pipi Leka yang lembut, telunjuk Rion berjalan hingga ke dagu.
Leka memalingkan wajah, “Jangan melakukan ini pada saya Tuan, kita hanya memiliki hubungan bisnis.”
Sakit sekali rasanya di tolak! Biasanya para wanita sangat suka saat dirinya memberikan perhatian. Leka adalah salah satunya dulu! “Jangan membuat aku kesal denganmu. Terserah aku ingin melakukan apa! Jangan sok suci saat kau bisa memiliki anak hasil hubungan gelap.”
Leka meremas jari-jari hingga mengepal, dia tak ingin berbicara lebih lanjut! Dia juga tak mau tahu penilaian Rion . Terserah dia ingin berpikir bagaimana. “Tuan, saya mohon jangan melakukan hal yang di luar batas.”
Tangan Rion membuka dua kancing blouse yang Leka gunakan, wanita ini tersentak! Dia ingin sekali marah tapi Rion akan mengancam dirinya lagi. Dia tak ingin Ecries di ketahui dunia, karena semua yang ada hanya akan menyakiti dirinya saja.
“Apa kau tahu?! aku sempat memikirkan dirimu sejenak setelah malam itu. Bahkan aku tak bisa puas dengan wanita manapun selama berbulan-bulan Leka!” wajah Rion sudah semakin mendekat, dia sangat pintar merangkai kata hingga suasana menjadi b*******h.
Leka tak menjawab, dia hanya menggigit bibirnya saat Rion dengan lembut menghisap puncak indah miliknya. Sangat lembut, lidah pria itu bermain dengan sangat b*******h hingga desahan Leka tak bisa di tahan olehnya lagi. “Oh Tuan…”
Rion yang seolah candu jadi tak bisa berhenti, tangannya kini menelusup ke puncak satunya lagi, meremas beriringan dengan hisapan di mulutnya. “Kau memiliki ASI, tapi aku tak akan mengambilnya karena itu milik anakmu.”
“Tuan, tolong lepaskan saya. Ini sudah keterlaluan, saya mohon Tuan.”
“Terserah padaku Leka, aku yang memegang kendali atas dirimu sayang!” Rion kembali menunduk, lalu menghisap lembut kembali milik Leka hingga perjalanan mereka berakhir.
”Sudah sampai, lepaskan saya Tuan!”
Rion melepaskannya walau belum puas, dia melihat lingkaran pada pucuk milik Leka kini telah merah. Rion menyungging senyum kepuasan. “Rasa yang ada di dirimu tak berubah Leka.”
Rion mengusap rambutnya, tapi dengan tegas Leka menolak. “Saya tahu semua TERSERAH anda, tapi apa ini tidak terlalu keterlaluan?!" Dia menghindar dan itu membuat Rion berhenti mengerjai Leka. “Saya tahu jika anda sedang memiliki kekuatan untuk menekan saya! Tapi ingat Tuan, saya bisa saja memberontak dan membiarkan semuanya terjadi secara alami.”
Rion tersenyum, lalu dia meraih dagu Leka. “Apa kau sedang mengancam sayang?! uh, aku takut! Tapi bohong.”
Rion menyentak kuat hingga Leka menelan saliva. “Baiklah kalau kau menantang aku, Sopir berhentikan aku di sini!”
Leka panik, jantungnya berdebar hebat! Dia ingin mati saja sekarang karena tak mampu menghadapi pria di sampingnya. “Maaf, saya minta maaf! Saya mohon jangan seret anak saya dalam permasalahan ini.”
“Wah, kau sangat menyayangi anak hubungan gelapmu ya! Pantas Wezi sanggup tak menyapa diriku bertahun-tahun karena dirimu. Kalian berdua seperti kutu busuk saja!”
Leka tak ingin menjawab, dia lebih memilih diam karena itu adalah cara yang paling terbaik untuk saat ini. “Silahkan keluar, saya akan menunjukkan unitnya.”
Rion yang melihat tingkah Leka sebenarnya geram sekali, tapi dia tak ingin ambil pusing untuk semua ini. Toh mulai malam ini Rion akan setiap hati mengerjai Leka, bahkan bisa saja dia memanfaatkan situasi.
Kulit putih bersih nan lembut, siapa yang tak candu. Rion menginginkan Leka lagi! “Apa ini unit ini milikmu?!”
“Iya Tuan, unit ini milik saya jadi anda tak perlu khawatir. Apalagi jika kerjasama kita berjalan lancar, saya akan sangat senang bisa membantu anda.”
“Kau berbicara seperti ini padaku seakan ingin membuat jarak di antara kita.”
Leka tak menggubris lagi, “Masuklah Tuan, ini adalah unit terbesar di apartemen ini. Dan anda juga tahu sendiri kalau Apartemen yang paling mewah di antara yang lainnya. Anda tak perlu khawatir masalah fasilitas, semuanya sangat lengkap.”
“Tapi kau masih ingat apa yang aku katakan, bukan?! datanglah memasak dan mencuci pakaianku. Kau tahu sendiri aku memiliki tingkat kepercayaan yang sangat rendah pada orang lain.”
“Saya mengerti Tuan, saya mohon permisi dari sini! Semuanya akan di bereskan oleh pelayan rumah saya.”
“Leka!” langkah kaki wanita ini terhenti saat Rion meraih ujung jarinya. “Besok kau harus datang kemari, jangan lupa apa yang sudah aku katakan padamu!”
“Saya sudah mengatur jadwalnya! Semoga malam anda menyenangkan Tuan.”
Leka melanjutkan langkahnya karena dia tak ingin terlalu berfantasi. Sikap Rion pada dirinya bisa saja membuat salah paham! Karena Leka sampai saat ini masih sama, dia belum berubah sama sekali.
“Pelayan, apa kau tinggal di rumah Leka?!”
“Tidak Tuan, saya hanya datang sesekali! Semenjak bayi kecil hadir di rumah. Nyonya mengurangi jumlah orang yang keluar masuk.”
“Sejak kapan?!” Pelayan tersebut diam sejenak. “Jika kau berada di pihakku, maka tak akan ada kerugian yang kau dapatkan.” Rion mendekat lalu berbisik, pelayan tersebut mengangguk.
“Umur Nona kecil 1 tahun 3 Ecries Tuan, Nona kecil lebih dulu dari perkiraan. Semua bertepatan ketika profesor meninggal dunia. Mungkin Nyonya mengalami tekanan mental hingga kontraksi dan mengalami kelahiran dini.”
“Apa Wezi sering datang ke sana?!”
“Tuan Wezi?!”
“Ya!”
“Tentu saja Tuan, bisa di bilang dalam satu minggu ada tiga kali beliau datang ke Mension.”
Memiliki anak dengan Wezi, tapi mata Wezi tak biru, mata Leka juga tidak biru! apa kakek atau nenek bayi itu yang bermata biru?! tapi mataku biru. Rion mengoceh dalam hatinya, sepertinya kewarasan telah hilang dalam diri pria tersebut untuk beberapa saat.
“Tuan, saya sudah hampir selesai! Saya akan kembali sekarang.”
“Ingat, kau harus menghubungi aku saat Wezi datang ke rumah! Aku ingin bukti, lalu beri aku potret anak kecil itu. Apa dia masih menyusu pada ibunya?!”
Pelayan mengangguk, “Iya Tuan, Nona Ecries masih minum ASI pada Nyonya Leka. Saya merasa bersalah seperti ini tapi-”
“Tapi kau akan sangat di untungkan, kapan lagi bisa mendapatkan uang sebanyak yang aku tawarkan. Kau bisa berhenti menjadi pelayan dan pulang ke kampung halaman dengan uang ratusan juta. Membeli tanah atau buka usaha! Aku hanya membutuhkan dirimu selama enam Ecries ini saja!”
“Tuan, saya sudah sangat lama bekerja di keluarga Nyonya Leka. Saya rasa terlalu hina jika saya melakukan semua ini.”
“Aku akan memberikan dirimu satu milyar, bagaimana!”
“Ba, baiklah Tuan!”
Pelayan tersebut pergi dengan terburu-buru sambil mengangguk. Ternyata Uang memang yang mengatur segalanya, bahkan kesetiaan yang ada selama bertahun-tahun pun lenyap. Dia berbicara dalam hati.
Rion melihat ponselnya kembali, sembari berbaring di ranjang besar dia membaca berita terbaru khusus tentang perkembangan dunia usaha. Bagaimana pun caranya dia harus hadir saat pesta pernikahan ini. Leka juga harus di sana!
Pagi-pagi buta saat pukul masih menunjukkan pukul 04 pagi, Rion dengan buru-buru menuju rumah Leka karena dia ingin wanita ini bersiap pergi bersamanya.
“Nyonya, Tuan Rion menunggu untuk di persilahkan masuk. Beliau memakLidenn diri! Bagaimana Nyonya?!”
Leka yang baru saja selesai menyusui anaknya pun tersentak, untuk apa Rion datang ke sini! Padahal dia sudah bilang untuk tak mengganggu dirinya. “Katakan pada Tuan Rion , bahwa saya akan datang menemui dirinya di apartemen. Jika Tuan Rion tak mau mengikuti keinginan saya, jangan harap untuk datang ke pesta itu.”
Penjaga mengangguk dan mengatakan, “Baiklah Nyonya, saya akan mengatakan pada Tuan Rion !” dia pun permisi untuk keluar.
“Bagaimana?! apa dia harus bersikap seperti ini?!”
Penjaga pun mengatakan apa yang ingin di sampaikan oleh Leka. “Saya tidak bisa mengizinkan anda masuk, Tuan! Karena seperti yang saya sampaikan tadi tak ada yang saya tambah dan kurang.”
“Oke, kalau Leka sudah tahu maksud kedatanganku! Untuk apa aku masih di sini!”
“Terima kasih atas kunjungan anda, Tuan.”
Rion langsung melajukan mobil menuju Apartemen untuk bersiap, saat mobil sampai di parkiran teriakan seorang wanita sempat membuat sakit telinga Rion . “Hey apa kabar?! apa kau tinggal di apartemen ini?!” dengan cepat wanita itu berlari ke arah Rion .
“Hana…”
Bukannya tak bahagia hanya saja Rion belum ingin bertemu Hana dalam keadaan kacau. “Hana, aku masih ada urusan! Aku tak bisa bicara padamu sekarang hana.”
Hana yang mendengar kalimat tersebut langsung tak suka dan menghadang jalan Rion . “Kau menghindari aku?!”
“Bukan begitu, aku benar-benar sedang sibuk. Maafkan aku!”
“Sibuk?! maksudnya sibuk mengejar Leka?!”
Rion tak suka dengan nada bicara Hana, “Sebisa mungkin tak usah ikut campur urusanku!” pria tersebut berlalu pergi.
Hana, adik Wezi. Mereka hanya dua bersaudara! Sejak dulu Hana selalu mengejar Rion , tapi dia tak ingin lebih dekat dengannya. Terlebih Hana adalah adik Wezi, namun Hana selalu saja punya cara agar dirinya terus memperhatikannya.
Dulu Hana sangat tak suka pada Leka, entah sejak kapan mereka kini sangat dekat.
Bunyi bel apartemen membuat Rion yang baru saja selesai mengenakan pakaian bergegas pergi menyambut Leka. “Kau yakin menggunakan pakaian ini?!”
“Maksudmu apa?!” Leka melihat gaun yang dirinya pakai saat ini.
Pesta pernikahan tersebut akan di laksanakan dari pukul 08 pagi hingga selesai. Leka yang mendapat undangan di pagi hari pun sudah tahu jika Rion ingin pergi bersamanya. “Ini?! Kenapa terlalu terbuka seperti ini?! apa kau sengaja melakukannya agar terlihat cantik?! dan menjadi pusat perhatian semua orang?!”
Rion dengan kasar menarik pakaian Leka hingga dadanya terekspos!
“Tuan, anda merusak pakaian saya!” wajah Leka yang terlihat bingung mendatangkan kenikmatan bagi Rion , dia senang karena sudah melakukan apa yang di inginkan. “Jangan buat aku marah! Tunggu di sini, aku akan memesan gaun yang lain untukmu.”
Leka menahan pakaian yang sudah sobek hingga dadanya terekspos. Leka tidak bisa berkata-kata, dia terlalu bingung untuk menanggapi apa yang terjadi saat ini.
“Kenapa?!” langkah kaki Rion terhenti, “Kenapa anda merobek pakaian saya, apa yang saya pakai itu adalah hak saya! Kenapa anda ikut campur Tuan. Setiap kali saya melihat anda, rasanya saya mau mati!” tiba-tiba kalimat tersebut keluar dari mulut Leka.
Rion berbalik, “Jangan berpikir bodoh, aku dan kau tak dalam satu hubungan! Tapi saat ini kau adalah milikku, Leka. Jangan membantah!” Rion berjalan mendekati Leka. “Kau tak pantas di mataku menggunakan pakaian ini! Bahkan tubuhmu terlihat seperti SAMPAH bagiku.”
Tubuhnya bergetar, Leka tak bisa menjawab hinaan yang keluar dari mulut Rion . Semuanya seperti beberapa tahun yang lalu, kalimat tersebut terasa nyata, seperti di katakan kembali pada dirinya.
“Saya selalu terlihat seperti sampah bagi anda.” Leka melepaskan gaun yang sejak tadi dia tahan agar tak jatuh ke lantai. “Apalagi di tambah dengan luka ini!” telunjuk Leka meraba sebuah sayatan yang menggores perut indahnya. “Saya dan anda memang tak akan pernah bisa sejalan.” tatapan Leka yang menggila sungguh bisa merasakan hati Rion saat ini juga.
Rion yang mengeraskan wajahnya melihat tingkah Leka berjalan hingga mereka lebih dekat. “Apa kau dan aku punya dendam pribadi?! kau terlihat tak terlalu menyukaiku karena satu hal! Apa ini mengenai peristiwa di masalalu?!” tangan besar Rion meraih pinggang Leka yang polos.
Jari-jemarinya perlahan melingkar di pinggang Leka, Rion tak menyadari hatinya kini telah terbakar amarah! Sedikit lagi jika Leka terus melawannya maka Rion bisa melakukan hal yang lebih daripada ini.
“Anda tak boleh melakukan ini pada saya!”
“Kau tak berhak melawan diriku…”
Rion semakin mendekatkan wajahnya, dengan cepat bibirnya meraih bibir Leka. “Argh!” Rion terpekik saat Leka dengan kasar menggigit.
“Jangan melakukan hal yang tak saya sukai, saya berhak membela diri Tuan. Anda sangat keterlaluan! Saya membantu anda, tapi saya malah anda manfaatkan.”
Suara bel berbunyi membuat pertengkaran tersebut terhenti. Rion berjalan cepat ke arah pintu, mengambil pesanan. “Pakai gaun ini! Jangan melakukan yang tak wajar! Kau seperti wanita yang ingin menjual tubuhmu.”
Leka berdesis, “bukannya anda selalu berada di samping wanita yang seperti ini?! kenapa merasa risih hm?!”
Rion tertawa, “Karena kau tak cocok menggunakannya! Terlihat konyol di tubuhmu, tidak pantas.”
“Padahal Wezi sangat suka saat saya menggunakan gaun seperti ini. Dia suka menyentuh punggung saya yang terekspos.”
Leka tidak tahu kenapa dia mengatakan hal seperti itu, apa dia berharap Rion cemburu? Oh entahlah Leka terdiam melihat wajah datar Rion .
“Pergilah, cepat ganti pakaianmu! Aku muak lama-lama melihat tubuh polosmu.”
Rion membuang wajahnya, dia menggelengkan kepala berkali-kali tak percaya dengan yang dia lakukan beberapa jam yang lalu. Rasanya kesal sekali saat melihat Leka menggunakan pakaian terbuka seperti itu, apalagi saat dirinya mendengar bahwa Wezi sering pergi bersama dirinya dengan pakaian terbuka.
“Berhenti mengerang! Aku saya bisa mendengar semuanya Tuan.”
Leka yang mengganti pakaiannya di dalam kamar Rion berteriak sangat kuat. Dia juga kesal dan kecewa, padahal gaun tersebut Leka pilih agar Rion tak malu berjalan bersama dirinya. Tapi apa yang sudah pria tersebut lakukan? Dia malah menghina Leka dengan tubuhnya yang biasa saja.
“Pakaian ini lebih cocok denganmu!”
Rion menunjuk Leka yang baru saja keluar dari dalam kamar.
“Saya merasa yang sebelumnya lebih cocok untuk acara seperti ini.”
“Tidak, ini lebih cocok karena tubuhmu tidak pas saat menggunakan pakaian terbuka! Kau lebih cocok menggunakan pakaian sederhana tapi mahal. Siapa saja yang melihatnya pasti tahu kalau gaun ini hanya di buat satu oleh desainer yang memiliki ide dan hak cipta.”
“Pantas saja uang saya habis! Ternyata Tuan menggunakan secara menggila dan tak ada batasan.”
Rion menyungging senyum, “Aku akan mengembalikan setelah posisi ini kembali! Uang sebanyak itu tak berarti bagiku.”
“Baiklah, saya akan membantu Tuan. Tidak perlu khawatir masalah tersebut! Karena saya memiliki rencana yang pas untuk anda.”
Rion tersenyum, berjalan mendekati Leka. Pinggangnya dengan erat di remas oleh Rion ! Pelan dia berbisik. “Kau terlihat seksi saat seperti ini Leka. Saat kau berkata dengan tegas, berpikir dengan cerdas, dan berusaha meyakinkan seseorang.”
Leka yang mendengar kalimat tersebut melangkah mundur, “Apa yang anda lakukan Tuan! Jangan terlalu dekat dengan saya.”
“Kenapa?! kau merah seperti tomat sekarang!” Rion meraih dagu Leka, lalu mengecup pelan. Jangan mencoba untuk jadi seksi! Kau benar-benar tidak pantas.”
Rion meraih jemari Leka, mereka melangkah keluar dari hotel. Rion tersenyum senang karena pada akhirnya dia yang menang. Bohong sekali jika Leka tak pantas menggunakan pakaian seksi di balik tubuh luar biasanya. Kulit putih bersih, dengan postur bak gitar spanyol. Hanya saja dia terlalu polos untuk menyadarinya.
Lagipula semua itu dulu tertutupi dengan penampilan jadulnya. Sangat berbeda dengan sekarang, dahulu Leka bergaya sangat aneh, dan itu tentu saja menjadi bahan tertawaan orang lain.
“Aku ingat pertama kali bertemu denganmu!” Rion membalik tubuhnya menatap Leka yang tepat ada di samping. “Dimana kacamata besar dan pakaian longgarmu?!”
Wajah Leka mengkerut! “Apa maksud anda Tuan? Ini sudah 2 tahun sejak pertama kali kita bertemu.”
“Ya, sejak aku menikmati malam denganmu!”
Leka meremas gaun yang dia gunakan. Apalagi saat Rion menutup pembatas antara sopir dan mereka.
“Anda tak boleh menceritakan kembali hal yang sudah lalu. Saya tak nyaman Tuan.” tangan Leka tak bisa berhenti meremas gaun yang dia gunakan.
“Bagaimana bisa mata anak itu biru saat kau dan Wezi tak memilikinya?! lalu kenapa kau tak menikah saja dengan Wezi, toh kalian juga sudah memiliki bayi?! apa kau melakukannya pada Wezi selagi patah hati denganku?!”
“Tuan, semua yang saya lakukan tak ada urusan dengan anda. Saya mohon jangan usik yang lalu ataupun anak saya.”
“Ya, kau melakukan semua yang aku minta karena tak ingin aku usik masalah bayimu, bukan?! aku bisa mengerti! Dan maaf karena untuk ke depannya aku akan memanfaatkan anak itu untuk menakuti dirimu.”
Leka yang masih terdiam sejak tadi akhirnya terpekik. “Ah Tuan!” teriaknya saat Rion meletakkan Leka duduk di pangkuan dirinya. “Kita berperan sebagai sepasang kekasih, saya tahu itu! Tapi kita tak perlu melakukan ini saat tak ada orang sama sekali.” Leka berusaha turun tapi Rion semakin kuat membuatnya tetap berada di tempat.
“Kau harus berlatih Leka, karena di luar sana begitu banyak wanita agresif yang menginginkan aku! Ingat kita adalah kekasih yang akan segera bertunangan. Jadi siapa saja wanita yang berusaha mendekati aku, kau harus marah dan mencegahnya! Lakukan apapun sesuka hatimu. Aku ingin orang percaya bahwa kau tergila-gila padaku dan menjalin hubungan bersama walaupun aku tidak mendapatkan harta warisan sepeser pun.”
“Ah, ini berat sekali! Anda meminta saya melakukan hal gila yang melukai harga diri saya kelak. Apa anda begitu yakin semua ini akan berjalan lancar?!
“Ya, aku yakin! Karena siapa yang percaya jika ada wanita yang mau menerima pria NOL BESAR seperti diriku?! wanita zaman sekarang hanya memikirkan uang.”
Leka menunduk, dia tak ingin melawan Rion ! Karena kenyataan tersebut memang 90% terjadi.
“Tuan, kita sudah sampai! Turunkan saya.”
Rion melihat ke arah luar, ya mereka sudah sampai. “Leka kau menghadap ke arahku, aku ingin memperbaiki pakaianmu.”
Leka mengikuti apa yang Rion katakan, dia menghadap Rion , dan “Aw, Tuan lepaskan! Jangan melakukan ini pada saya!”
Rion melepaskan hisapan di tambah sedikit gigitan kecil pada leher Leka. Rambut wanita itu di cepol jadi siapapun yang melihatnya akan berpikir kalau mereka masih sempat b******a sebelum sampai di pesta.
“Aku melakukan ini agar mereka penasaran akan hubungan kita. Mereka akan berpikir sejauh mana pewaris satu-satunya keluarga Liden menjalin hubungan bersama Billionaire yang terbuang.”
Merasa sangat malu, Leka yang mencoba untuk terus menutupi lehernya sejak tadi di beri peringatan oleh Rion . “Ingat, aku yang mengatur semua rencana ini! Lepaskan tanganmu dari sana! Atau aku akan mencium dirimu di depan orang ramai! Bagaimana?!”
“Oke, saya minta maaf!”
Leka meremas gaun yang dia gunakan tapi dengan cekatan Rion meraih jari-jari tersebut.
“Selamat datang Nyonya dan Tuan, saya ingin melihat undangan yang sudah di berikan kepada setiap tamu.”
Rion yang melihat kertas undangan mewah tersebut langsung merebut dengan cepat, “Ini!”
“Terima kasih Tuan.” jawabnya.
Pintu ruang pesta terbuka, mereka berdua berjalan di lorong hingga semua mata yang ada di ruangan besar tersebut menatap saat mereka berada pada tempat yang benar.
Semua keramaian berubah menjadi kesunyian. Siapa yang tak tahu dengan berita yang paling tranding saat ini. Anak tunggal keluarga Bhalendra di buang keluarganya karena hanya bisa berpesta, bodoh dan tak tahu tentang perusahaan sedikitpun. Gila seks dan sangat arrogant! Memukul orang di jalan dan tak pernah bersikap baik pada orangtua.
Ya, siapa yang tak kenal Rion Enberian. Semua yang ada di berita benar dan tak bisa di pungkiri. Dan itulah yang membuat orang percaya bahwa Rion benar-benar tak mendapatkan warisan sedikit pun karena semua sikapnya.
Namun Rion pribadi tak bodoh! Dia tak akan percaya dengan mudah isi surat wasiat tersebut karena seburuk-buruknya anak tak mungkin orangtua bisa melakukan ini pada anaknya. Jujur saja Rion sudah pernah melihat isi surat wasiat tersebut, namun ketika kedua orangtua meninggal semua isi surat wasiat itu berubah.
Tak ada yang percaya pada Rion , semua merasa ini omong kosong! Tapi sungguh itu kebenaran yang dirinya lihat. Paman yang selama ini pura-pura bersikap baik hanya topeng saja karena dia menginginkan harta keluarganya.
Leka melihat wajah Rion merasa sedih, dia pun meraih dan mengajak Rion untuk menyapa keluarga inti yang mengadakan pesta.
“Tuan selamat atas pernikahan putri anda.”
“Wah, terimakasih Leka! Aku sangat senang karena kau datang kemari.” Tuan Elbius melirik ke arah Rion . “Kau bersamanya?! bukankah dia-”