Leka tersenyum, “Perkenalkan dia Rion Enberian, kami berdua menjalani satu hubungan dan itu sangat spesial Tuan.”
Wajah Tuan Elbius berubah. “Benarkah?!”
Leka mengangguk, “Mungkin semua ini sama seperti yang pernah terjadi pada anda Tuan, Media memang sangat kejam dan mudah di bayar. Bukankah anda sudah merasakan sendiri?!” bisik Leka yang membuat Tuan Elbius dan Rion terkejut.
Rion tak pernah melihat sisi ini! Dia selalu menganggap Leka wanita polos, tapi nyatanya dia sangat pintar mengambil kesempatan dan bermain politik.
“Jam 2 datanglah ke perusahaan, kita kan membicarakan ini! Bawa juga kekasihmu.”
Leka mengangguk, “Baiklah Tuan, saya mengerti.”
Rion pun mengangguk juga sebagai rasa hormat sebelum melangkah pergi. “Leka aku belum ingin pergi dari sini!”
“Kita harus pergi Tuan! Belum saatnya anda muncul di hadapan paman anda. Tujuan saya kemari bersama anda untuk mendapatkan dukungan. Seperti yang saya lakukan pada Tuan Elbius. Dan lihatlah mata-mata yang memandang kita! Saya sedang memanfaatkan nama keluarga yang terkenal berbudi luhur dan di segani oleh kalangan pengusaha. Apa anda tahu Tuan Elbius masuk dalam jajaran orang yang memiliki saham terbanyak di company keluarga anda. Suaranya akan sangat di dengarkan.”
Rion tak berkutik, dia hanya terus mengangguk dan menyamakan langkah dengan Leka. d**a Rion bergemuruh senang, dia sejak tadi mencerna apa yang Leka katakan. “Masuklah Nyonya besar!” Ucap Rion sembari membuka tangan lebar.
Leka tak bisa menahan senyumnya, “Jangan menggoda seperti itu, saya jadi sangat malu Tuan.”
“Kau bekerja sangat luar biasa hari ini, aku tak menyangka ide cemerlang bersandar di otakmu.”
Leka tersenyum malu, dia ingin segera terlepas dari Rion ! Wanita ini mempelajari tentang company milik keluarga Bhalendra selama dua hari, hingga kekurangan waktu tidur.
“Saya sangat ingin segera menyelesaikan urusan anda agar kehidupan kami kembali tenang seperti dahulu.”
Oh entahlah mendengar itu Rion seperti terbakar! Hatinya merasa sakit dan kesal, tapi dia tak tahu apa penyebabnya.
Apa ini karena aku tak suka mendengar kalimat yang keluar dari mulut Leka?! atau karena aku tak suka dengan kesombongan wanita ini?! Rion berkata dalam hati.
“Apa kau begitu ingin lepas dariku?!”
“Tentu saja Tuan, kita harus kembali ke kehidupan semula! Bukankah itu merupakan hal yang benar?! anda ingin kembali seperti dulu, begitu juga saya!”
Rion mengangguk, “Tapi hari ini kau harus memasak dan mencuci pakaianku!”
“Baiklah Tuan, saya akan mengikuti apa yang ada inginkan! Sejujurnya diri saya tak cukup pintar untuk menghindari sesuatu.”
Mereka sampai di apartemen! Sungguh Rion tak bisa berhenti tersenyum. Leka bingung melihat pola tingkah Rion sejak tadi.
“Apa yang kau lihat?!”
“Saya melihat anda tak berhenti tersenyum! Apa ide saya begitu luar biasa sehingga anda tak bisa berhenti tersenyum?!”
“Ya, aku sudah mengatakan ini berulang kali!” jawab Rion yang sebenarnya sudah siap dengan ide untuk mengerjai Leka. “Ini, aku tidak ingin kau memasak dengan gaun?!”
“Apa ini pakaian anda?! kemeja anda?! apa anda ingin saya terlihat seperti di film-film, dimana pemeran utama sedang melalui masa indah?!”
Terkoyak! Rion tak menyangka Leka akan mengatakan semua ini dengan sangat enteng. Apa sih yang dia pikirkan hingga membuat Leka mengenakan pakaian ini!
“Ya sudah, pakai saja apa yang ada! Asal jangan gaun itu.”
“Tapi saya tidak membawa pakaian!”
Rion kembali menggigit bibirnya! “Makanya pakai ini! Aku tak punya pakaian lain kecuali kemeja dan handuk kimono.”
Dengan menghela, mau tidak mau dia pun mengambil kemeja besar yang di berikan Rion . Leka masuk ke dalam kamar dan Rion duduk di ruang santai sembari menyalakan televisi.
“Akh!”
Rion berteriak pelan saat tanpa sengaja jarinya tergigit. Dia tak bisa berpaling dari Leka yang baru saja keluar dari kamarnya. Wanita itu sangat seksi dengan kemeja berwarna biru langit. Kakinya yang jenjang bak model sudah pernah Rion cicipi, tapi entah kenapa Rion tiba-tiba menginginkannya lagi. “Astaga!” Leka berteriak, dan Rion bergegas menyusul. “Saya terkena pecahan kaca!” ucap Leka pada Rion yang kini di hadapannya.
Rion tak bisa memikirkan apapun saat melihat luka kecil pada kaki Leka karena pecahan kaca. Maklumlah anak orang kaya jarang sekali melihat luka seperti itu. “Ah, maafkan aku! Apa ini begitu sakit?!”
Leka menggeleng, “Tidak, saya masih bisa menahannya Tuan.”
Rion tak ingin mendengar kalimat itu, kenapa Leka sekalipun tak ingin terlihat lemah di mata dirinya. Padahal dia sudah berusaha untuk tetap mejaga harga diri Leka, tapi wanita ini memiliki tameng sendiri. “Leka, maaf!”
Rion dengan cepat menghisap ibu jari kaki yang terluka. Leka terkejut! dia pun terlonjak kaget. Dia berusaha melepaskan diri tapi Rion tak mudah untuk mengikuti apa yang Leka inginkan. “Tuan, lepaskan!”
“Aku melakukannya untukmu Leka.”
“Ini hanya luka kecil Tuan!” jawabnya sembari berdiri dengan cepat. “Tuan, anda bisa memberikan saya obat! Tidak perlu menghisap seperti ini. Kaki saya kotor, maaf karena tak memakai alas kaki.”
Rion terdiam padahal dia sudah sangat b*******h menanggapi wajah Leka yang memerah. “Apa kau tak menginginkan aku?!”
“A, apa yang anda katakan Tuan! Saya di sini hanya menjalankan tugas saja!”
Rion memiringkan wajahnya. “Apa kau memikirkan sesuatu yang liar. Aku bertanya padamu, apa kau tak menginginkan aku untuk mengobati lukamu?!”
Leka mengerjap, “Hah?! maksud anda seperti itu?!”
Rion mengangguk! “tentu saja! Memangnya apa yang kau pikirkan Leka?! katakan padaku?!” Rion melangkah maju, tapi Leka semakin mundur. “Jangan mundur lagi, mungkin itu pecahan kaca Vodka yang aku minum. Tadi malam tak sengaja memecahkannya.”
“Baiklah, saya akan membereskan semua Tuan!”
“Jangan Leka, aku tidak ingin kau terluka!”
Leka mengangkat wajahnya tersenyum pada Rion . “Tidak apa Tuan, santai saja! Saya tidak apa-apa. Anda tak perlu melakukan hal seperti ini.”
Dalam hati Rion mengumpat. Adrenalin sudah berpacu karena rasa yang bergelanyar yang datang secara tiba-tiba. Oh sungguh sensasi yang datang berbeda, Jari-jari kaki Leka sangat kecil, mungil dan lembut.
“Baiklah, panggil saja aku kalau sudah selesai.”
Rion berjalan masuk ke dalam kamar, dia merutuk! Masuk ke dalam kamar mandi dengan cepat. Ah b*****t, bisa-bisanya kau harus melakukan solo karir seperti ini. Dia mengumpat sendiri di dalam kamar mandi.
Tangannya terasa sangat lelah karena melakukan gerakan mengulang!
“Tuan, makanan anda sudah siap! Saya akan mencuci pakaian, bisa buka pintunya Tuan!”
“Akh ya, maaf aku tertidur!” jawab Rion dari dalam kamar.
Dia kelelahan dan tak bisa berdiri tegap karena posisi yang cukup menyakitkan dalam waktu yang lain.
“Tuan, silahkan di makan!”
“Oke, apa kau sudah makan?! silahkan ikut makan jika kau menginginkannya.”
“Tidak Tuan, saya akan makan di rumah bersama anak saya nanti! Silahkan anda makan, saya sudah merapikan di meja.”
Rion keluar dari kamar, dengan segera Leka masuk untuk mengambil pakaian. Dia menuju mesin pencuci pakaian, sepintas Leka menatap ke arah meja makan. Rion terlihat menikmati dan Leka merasa sangat senang.
Entah sejak kapan, tapi dia mulai tak merasa takut pada Rion seperti dulu. Mungkin ini adalah kekuatan yang di berikan sang anak agar lebih cepat menyelesaikan segalanya dan kembali pada kehidupan nan tenang.
“Leka, apa kau benar-benar tak ingin makan?! aku rasa kau sengaja membuat makanan ini hanya dua porsi.”
“Makanlah Tuan, saya sengaja melakukannya agar anda tak membuang-buang makanan. Untuk makan malam akan saya buat setelah membereskan rumah sehingga waktunya tak terlalu lama untuk makan.”
Tak ada jawab lagi dari Rion ! Leka menaiki alisnya. Mungkin Rion sudah selesai makan dan kembali ke kamarnya. “Leka.”
Dia kembali terpekik saat pinggangnya di remas oleh Rion . Tangan kanan Rion bersatu dengan tangan Leka, Rion bergerak bak berada di lantai dansa. Mesin cuci yang bergerak pelan seolah mengiringi gerakan mereka.
“Aku melakukannya untuk pesta dansa keluarga Bosmen di Jerman pertengahan bulan ini. Anak Tuan Delon menikahi gadis Jerman keturunan Duke. Sebaiknya kau berpenampilan indah dan pandai berdansa.
Leka mengangguk, dia pun bergerak. Rion terkejut saat Leka ternyata sangat pandai berdansa.
“Apa anda ingin saya melakukan hal yang lebih?!”
Leka memeluk Rion , mereka sangat dekat hingga Rion berdebar tidak karuan. Jantungnya hampir lepas! Sungguh mengerikan.
Setiap detik, setiap pikiran aku jatuh begitu dalam, Aku takut dengan pikiranku sendiri! Rion berkata dalam hati.
“Leka.”
Dia mengangkat wajahnya, “Tuan, semua yang saya tahu! Mencintai anda adalah sebuah permainan yang tidak bisa saya menangkan. Jadi anda tak perlu berpikir bahwa saya akan termakan dengan hati sendiri. Saya sudah memutuskan untuk tak melakukan apapun pada anda, termasuk hati saya.”
Wajah Rion berubah, dia dengan cepat melepaskan tautan tangan mereka. “Ya, dari awal sampai akhir kau hanya SAMPAH bagiku! Saat ini aku hanya mencoba mendaur ulang dirimu karena aku adalah pemiliknya. Aku tidak ingin ada bau di sekitar diriku, jadi terima saja apa yang aku lakukan.”
Rion kembali menempel, bibirnya mendekat, menghisap kulit putih Leka nan halus.
“Tuan…”
Leka meringis tapi Rion semakin turun hingga dua kancing kemeja itu terbuka dengan dagunya. Rion menikmati, dia menjamah seluruh bagian tubuh Leka dengan bibirnya.
Napas Rion semakin membara, mereka kini sudah berada di antara dua dinding. Rion yang merupakan campuran korea-Indonesia-Jerman terlihat sangat luar biasa di mata wanita manapun, termasuk mata Leka saat ini. Mereka sangat muda! Cinta dan gejolak tak bisa di pungkiri. Entah darimana keberanian yang datang! Leka tanpa sadar menjamah wajah Rion dengan telunjuknya. Kulit seputih artis korea, dengan mata biru ala Jerman. Wajahnya tegas tapi lembut seperti kebanyakan orang Indonesia. Rion memang luar biasa.
Leka tersentak saat telunjuknya menyentuh bibir Rion . “Kenapa berhenti?!”
Leka menggeleng, “Saya dan Anda masih sangat muda Taun, kita tak bisa membedakan mana gejolak gairah dan-”
“CINTA?!” Rion melanjutkan kalimat Leka yang tertahan.
“Lepaskan saya Tuan, anak saya pasti sudah menunggu. Saya harus lebih cepat menyelesaikan ini.”
Rion mundur satu langkah hingga Leka terbebas, dia pun dengan cepat melihat pakaian yang sudah selesai di keringkan. “Syukurlah mesin itu canggih! Jadi kau tak perlu repot.”
Leka mengangguk saja.
“Tuan, pakaian ini sudah langsung kering dan saya akan menyetrika sekarang. Mohon anda tetap bersantai sampai saya selesai bekerja.”
“Bagaimana bisa aku santai saat melihatmu begitu seksi dan menggemaskan seperti ini Leka.”
“Tuan, jangan membuat suasana menjadi tidak nyaman.” jawabnya pelan. “Saya dan anda dalam satu pekerjaan, bukan hubungan.”
Leka berjalan pergi menuju kamar yang menjadi tempat dia menyetrika pakaian. Leka sangat paham jika Rion tak bisa barang miliknya di sentuh orang banyak. Dulu pria ini selalu membuang pakaian yang sudah di pakai satu kali.
Namun suasana saat ini sangat berbeda. Dia tak memiliki uang untuk melakukan hal gila seperti dulu.
“Kau sangat tahu seluk beluk tentang diriku, Leka! Sedangkan aku tak tahu apapun tentang dirimu. Bagaimana ini?!”
Leka tersenyum! “Bukankah saya adalah anggota perkumpulan penggemar anda?!”
Senyum Rion pudar, entah apa yang ada di pikiran pria tersebut saat ini. “Iya, tapi sekarang malah sebaliknya. Dulu kau mengejar aku seperti orang gila! Jika mengingat itu sungguh mengerikan.”
Leka tertawa, “Apa anda merinding setelah mengatakan hal tersebut?! sungguh lucu, tapi saya memang sepenuh hati menjadi penggemar anda Tuan.”
“Terima kasih Leka!” jawab Rion singkat! “Namun lucunya kau penggemar diriku, tapi memiliki anak dengan pria lain! Aku merasa kau berbohong saat mengatakan sungguh-sungguh menjadi penggemar berat.”
“Saya serius Tuan, tapi itu dulu.”
Tak terasa mereka berdua tertawa sejak tadi, seperti tak ada masalah diantara mereka. Leka dan Rion sama-sama tak ingin merasa kurang nyaman karena mereka akan melakukan banyak hal bersama setelah ini.
“Maaf karena banyak masalalu yang tidak menyenangkan! Tapi aku akan tetap mengancam dirimu menggunakan anak hasil hubungan kau dan Wezi.”
Leka mengangguk! “Saya tahu batasannya Tuan, saya juga tidak mungkin melanggar apa yang anda katakan. Kita akan bersama-sama untuk mewujudkan keinginan anda.”
“Leka, kalau bisa rayu Wezi untuk bergabung bersama kita. Setidaknya dia tahu arah dan tujuanku! Orangtuanya juga menguasai pasar Indonesia. Hubungan kau dan dia terlihat sangat baik, apalagi ada anak di antara kalian. Tentu dia akan menuruti dirimu.”
Dengan sedikit menghela Leka tersenyum sembari mengangguk, “Baiklah Tuan, saya akan bicara pada Wezi, saya akan mencoba untuk merayu dirinya. Anda tidak perlu khawatir.”
“Terima kasih sekali Leka!”
“Nah, saya sudah menyelesaikan semua pekerjaan ini! Saya harus kembali ke rumah! Saya permisi Tuan.”
Rion mengangguk, dia sangat senang karena hubungannya dengan Leka sudah mulai mencair. Dia tak ingin di balut oleh rasa bersalah. Lagipula Wezi pasti mencoba menjaga anaknya bersama Leka agar tak tembus media.
Bagaimana pun keluarga Wezi dan Hana terkenal sangat kental akan budaya di Indonesia. Rion yakin mereka memutuskan untuk tidak bersama karena orangtua Wezi tak akan mau anaknya menikah dengan orang lain yang bukan dari golongan darah biru.
Leka keluar dari kamar setelah mengganti pakaiannya menjadi gaun yang dia gunakan tadi!
“Saya permisi Tuan.”
“Silahkan Leka.”
Setelah masuk ke dalam mobil Leka menghela napas. Mungkin semua ini adalah jalan terbaik untuk dirinya. Terserah Rion mau berpikir bagaimana karena Leka tak berniat memanfaatkan keadaan.
Dia dan anaknya sudah terbiasa bersama, jadi lebih baik untuk tetap seperti semula saja. Tak lama Leka sampai di halaman Mension. Karena hari yang sudah cukup malam dia hanya bisa menatap Ecries dari kejauhan.
“Nyonya, Nona kecil sedang asyik bermain. Jadi Nona akan lebih cepat tidur! Tidak seperti biasanya.”
“Aku mengerti, lebih baik seperti ini! Karena jika Ecries masih bangun, maka dia akan merengek mencariku!”
“Benar sekali Nyonya, lebih baik Nona kecil mulai mengikuti pelajaran sejak dini. Saya akan memberikan Nona kecil penyebutan untuk nama-nama buah dan hewan.”
“Kerjamu sangat bagus!, aku beruntung memiliki dirimu, Sinar.”
Pelayan tersebut tersenyum senang, dia dan keluarga sudah lama menjadi penjaga, pengasuh dan pelayan untuk keluarga Liden. Sinar sangat senang menjalaninya, dia pun kuliah di bidang kesehatan agar bisa menjadi serba bisa bagi Leka dan anaknya Ecries yang merupakan sisa dari generasi ini.
Keluarga Liden terkenal dermawan, terpelajar dan baik hati. Siapa yang tak ingin menjadi bagian darinya. Lagipula gaji di sini tak akan sama di bandingkan perusahaan atau lembaga manapun.
“Nyonya.”
Leka berbalik menatap Sinar, “Kenapa?! apa kau masih penasaran dengan pertunangan Reydi?! apa kau menyukainya?! coba katakan padaku?! kau dan Reydi adalah orang baik di mataku.”
Sinar tersenyum manis, “Saya tidak bisa sejajar dengan tunangan Tuan Reydi, saya hanya ingin tahu kenapa saya tak melihat anda pergi ke acara pertunangan tersebut. Bukankah undangan yang di berikan Tuan Reydi untuk malam ini?!”
Leka tersenyum kembali, “Bicaralah dengan santai denganku, kita hanya beda Ecries saja ketika lahir. Dan kau sudah aku anggap seperti keluarga sendiri. Katakan padaku apa kau menyukai Reydi?!”
“Sudah 4 tahun Nyonya, saya sudah berusaha menahannya tapi saya terus penasaran.”
Leka melihat dirinya pada Sinar, ini adalah pertama kali dia berkata jujur pada dirinya. Karena Leka tak bodoh, dia terus saja memperhatikan gerak-gerik Sinar yang berubah menjadi bodoh di hadapan Reydi.
Sinar dia lahir dan besar di rumah yang sama dengan Leka, setelah dia lulus beberapa tahun yang lalu pun langsung menjaga keluarga ini. Jadi Leka merasa tak salah jika dia mendukung kisah cinta Reydi dan Sinar.
“Reydi tak jadi bertunangan. Tiba-tiba dia menelepon gadis itu dan berkata! AKU TAK MENGINGINKAN PERTUNANGAN INI. Gila sekali, bukan?! bahkan dia membuat dirinya dalam bahaya. Kau tahu sendiri bagaimana keluarga Tasya. Dalam waktu dekat entah apa yang akan terjadi pada Reydi.”
“Tidak Nyonya, jangan sampai itu terjadi. Saya benar-benar kasihan dengan Tuan Reydi.”
“Kalau kau merasa kasihan padanya, coba buatkan cake kesukaan Reydi. Dia pasti suka dan langsung bersemangat. Aku melihat binar-binar kagum di mata Reydi saat memakan cake yang kau buat.”
Sinar menutup wajahnya dengan tangan. “Saya benar-benar malu ketika anda mengatakan hal ini Nyonya. Saya pasti akan membuatkan untuk Tuan Reydi besok. Anda harus membawakan pada Tuan Reydi sebagai kerja keras saya.”
“Oh Tuan, sekarang kau ingin bonus yang berbeda Sinar.”
Pagi ini di perusahaan, dengan cekatan Reydi menyelesaikan semua tugas karena ingin bicara dengan Bos perusahaan ini, Leka NajwaLiden.
“Kau datang lebih pagi Reydi.”
“Saya sengaja karena ingin bicara dengan anda Nyonya.”
Leka menghela, “Kau tahu sendiri aku tak ingin kau terus bicara formal seperti saat ini. Kita teman, bicara saja aku dan kamu! Kenapa harus pakai saya-anda?!”
“Seperti yang saya katakan! Ini semua karena saya adalah teman anda dan patner anda Nyonya. Lagipula kita tak benar-benar berteman dengan baik.”
Reydi tersenyum saat mengatakan itu karena dia tahu Leka akan marah dan meledak.
“Ya, terserah saja! Aku dan kalian memang tak dekat! Kalian datang padaku karena rasa iba, bukan?! dan kalian merasa bertanggung jawab dengan apa yang di lakukan sahabat baik kalian itu, Rion Bhalendra. Satu lagi! Kalian berjanji pada ayah untuk menjaga diriku! Karena beliau profesor terbaik untuk kau dan dia.”
Leka menunjuk Reydi dan orang di belakangnya. Reydi langsung berbalik dan ya, di sana ada Wezi dengan wajah yang tak biasa. Wezi seperti orang yang akan meledak saat ini juga.
Matanya merah dan dia tak henti mengepalkan tinju. “Kau pulang tengah malam dari apartemen yang di tempati Rion ?!”
“Apa kau datang dari Bali ke sini hanya untuk menanyakan itu?! berapa banyak orang yang kau letakkan di sekelilingku Wezi? Coba jelaskan?!”
Reydi selalu saja melihat Leka dan Wezi bertengkar, mereka tak pernah cocok jika membahas persoalan yang membahas tentang Rion . Sejak dulu sampai sekarang.
“Dari dua tahun yang lalu sampai sekarang, aku menempatkan mereka untuk menjaga dirimu. Tak ada yang salah tentang itu! Karena mereka melakukan yang terbaik.”
Leka duduk di sofa sembari menghela. “Kalian tahu kalau dia selalu saja membuang pakaian yang sudah tak terpakai, tapi semua itu tentu tak berlaku karena dia memakai uangku. Sekarang duduklah, aku ingin bicara pada kalian.”
Wezi dan Reydi saling menatap, mereka ingin mendengar lebih dari Leka. “Katakan sekarang! Apa yang Rion lakukan padamu?!”
Leka mengibaskan tangan, “Jangan membahas hal itu, hanya saja di sini Rion ingin kau dan Reydi membantu dirinya mendapatkan kembali perusahaan. Dan aku setuju karena semakin cepat aku terlepas darinya, semakin cepat pula semua kembali dalam kenormalan. Aku tak ingin banyak perpikir, hanya saja ingin hidup santai dan tenang seperti biasa.”
Wezi terdiam sejenak, “Aku setuju untuk membantunya! Sampaikan pada pria naif itu untuk melakukan pertemuan dengan kami! Kau tak menolak ‘kan Reydi?!”
“Aku tak akan menolak jika itu yang terbaik untuk Nyonya!” ucapnya pada Wezi. “Saya akan mengikuti apa yang anda inginkan Nyonya! Saya tidak akan menolak karena anda adalah segalanya bagi saya!”
“Sudahlah Reydi, jangan berbicara formal terus! Santai saja, aku menjadi tak nyaman karena dirimu.”
“Leka benar Reydi, ini sudah berapa lama. Bawalah santai!”
“Saya tak ingin ada gosip! Dan saya hanya ingin menjaga harga diri anda Nyonya. Maafkan saya karena tak bisa mengikuti apa yang anda inginkan.”
Leka teringat sesuatu. “Aku lupa, ini buatan Sinar! Dia meminta aku untuk memberikan padamu sebagai bonus karena menjaga Ecries sendirian sampai larut.”
“Oh, apa cinta itu masih bertepuk sebelah tangan?!”
“Jangan berbicara hal yang tidak-tidak!” Reydi mencoba menyLekayikan senyum dari bibirnya, tapi Leka dan Wezi tahu siapa Reydi.
“Leka tolong katakan pada Raja gila itu kalau aku ingin ada hitam di atas putih! Jangan sampai dia lagi-lagi memanfaatkan keadaan! Ah aku bersyukur sekali karena kau tak berpikir jatuh cinta lagi padanya.”
Leka menghela napas! “Bagaimana aku bisa jatuh cinta lagi! Kau tahu sendiri bahwa perasaanku masih sama padanya. Hanya saja aku tahu batasan, perasaan ini akan aku berikan sepenuhnya pada Ecries. Aku tak ingin menjadi gadis bodoh.”
Reydi masih melihat binar sakit hati di mata Ecries. Dia turut merasa bersalah. “Saya sangat minta maaf!”
“Kau sudah cukup minta maaf padaku! Jangan lakukan lagi, aku tak sanggup mendengarnya.” Leka mengibaskan tangan sangat cepat. “Reydi, aku mohon jangan membuat kau mengingat masa lalu yang menyebalkan.”
“Maafkan saya Nyonya!”
Wezi hanya bisa bersandar mendengar percakapan antara Leka dan Reydi! Dia teringat kembali kejadian tadi malam saat Hana pulang belanja di Singapura bersama teman-temannya.
“Kakak!” Hana berteriak pada Reydi hingga pria itu buru-buru menuruni anak tangga.
“Ada apa?!”
“Kenapa tak bilang kalau Rion berada di Singapura?! apa dia sudah tahu semuanya?!”
Saat itu Wezi hanya bisa terdiam sejenak. “Ingat kak, kalau Rion dan Leka bersama maka aku akan-”
Wezi langsung menunjuk bibir Hana. “Jangan mengatakan apapun! Aku tak ingin mendengarnya.”
Karena merasa percuma bicara pada Hana, Wezi lebih memilih masuk ke dalam kamarnya. “Kak. Jangan lupa dengan janjimu.”
“Jangan berbuat apapun Hana, aku akan melakukan apapun untukmu!”
Wezi kembali menghela.
“Apa yang membuat dirimu merasa tak nyaman? Masalah Rion sudah selesai! Kita akan membuat janji dengannya.” ucap Leka.
Wezi mengusap wajahnya! “Aku akan membantu pria itu sampai selesai, kau juga Reydi! Kita lihat apa yang dia inginkan dari kita.”
Reydi mengangguk, “aku berharap semua ini berhasil.”
“Akan berhasil jika kita melakukan dengan benar. Aku berharap kita kompak! Jangan pernah membuat sekat karena kita ingin semua ini cepat selesai.” jawab Leka yang terlihat sedang menerawang jauh.
“Maksud anda kami harus berbaikan?!”
”Tak harus! Tapi kalian tidak boleh bertengkar sedikit pun. Jika emosi Rion mulai meninggi lebih baik kita mengalah. Yang harus kita bertiga ingat, dia adalah rajanya. Seperti yang Wezi katakan tadi!”
“Aku akan melakukannya, tentu saja ini semua demi kebaikan Ecries dan dirimu!” jawab Wezi. “Begitu juga dengan Reydi!” sambungnya.
Leka senang sekali karena ada Reydi dan Wezi di samping dirinya. Mereka sangat kompak melindungi Ecries sehingga selama ini tak ada yang bisa mengendusnya.
Tapi kesalahan kecil Leka membuat dia jatuh dalam masalah yang begitu besar. Leka tak ingin ada yang tahu tentang Ecries, semoga keinginannya tercapai dengan baik.