Tak Terduga

1415 Kata
Keyla merebahkan badannya ke sofa. " Lelah" ucapnya melihat langit-langit rumahnya. Bau debu yang sudah sebulan hinggap di rumahnya yang kosong itu menusuk ke hidung. Beberes sebentar kemudian keyla bergegas mandi. Dia meraba sesuatu yang asing melingkar di lehernya. Melihat dari cermin dan kaget. " Kalung ini??" heran key Kalung yang dua hari lalu di beli Afy, seingatnya untuk kado Nadine tapi ia hanya melihat afy hanya memberikan bingkisan tas. Berpikir keras kenapa bisa sampai di lehernya. Mengingat kejadian yang lalu tapi belum menemukan jawaban. Keyla merogoh isi tas nya lagi dan menemukan kotak kalung itu ada di tasnya, semakin kaget. Keyla kemudian menelpon Afy. Afy yang sibuk bersihin rumahnya gak kedengaran ada telepon masuk. Setelah selesai Afy melihat ada panggilan tak terjawab dari Keyla. Menelpon kembali tapi tidak di jawab, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Ada keyla di pintu. " Iya key.. ada apa? kamu gak kenapa-kenapa kan?" tanya Afy Keyla memegang kalung yang sudah dibukanya di tangan kanan dan tangan kirinya memegang kotaknya, menunjukkan ke Afy. " Jelaskan apa maksudnya ini? kenapa bisa ada di aku?" tanya Keyla yang langsung mencecar pertanyaan. Afy tersenyum kemudian menyuruh keyla masuk dahulu. Keyla duduk dan memandang dengan penuh antusias. "Ehm.. maaf sebelumnya gak izin sama kamu dulu untuk pasangin kalung di leher kamu, itu tadi waktu kamu tidur di pesawat. Honestly [jujur] momen ini udah aku rencanain waktu pulang birthday party [pesta ulang tahun] kemarin. Tapi semuanya diluar prediksi. Kacau" Afy menunduk. " Ini kan kado yang mau kasi ke Nadine?" tanya key lagi " Enggak, itu sebenarnya memang untuk kamu. Pengen beliin tapi pasti kamu nolak. Aku perhaatiin kamu suka saat pertama kali lihat kalung itu" jelas Afy Keyla terpelongo mendengarnya karena memang ia sangat menyukai kalung itu tapi karena harganya lumayan mahal keyla mengurungkan niatnya. Gak disangka ia mendapatkanya dari Afy. " Maaf key cara aku salah, tapi niat aku memang mau ngasih kamu... tolong di terima" ucap Afy memohon " Ya Ampun Afy, semahal ini kamu kasi kado? Astaga, belum lagi tas.. Argh" memegang kepalanya karena merasa pusing. " Aku ikhlas, kalau kamu suka dipakai ya tapi kalau gak suka kamu simpan aja" ucap Afy memelas " Sebaik ini dia sama aku, jadi gak enak banget nih" ucap Key dalam hati " Key" panggil Afy karena tidak ada tanggapan " Hmm.. udah stop [berhenti] ini yang terakhir" pinta Key " Gak janji" kata Afy senyum " Afy!!" bentak Key " Iya InsyaAllah" " Gak mau nih aku terima!" ancam Key " Oh oke oke InsyaAllah ya" Afy menenangkan Key " Makasi ya.. makasi banyak, banyaaak banget gak tau mau bilang apa lagi deh udah terlalu baik" " Aku kek gini cuma sama satu cewek kok, sama orang yang aku suka." senyum Afy menggetarkan hati keyla membuat jantungnya tiba-tiba berdegup kencang. Tiba-tiba Afy jadi egois dengan perasaannya. Afy berlutut di hadapan Keyla. " Key, aku janji bakal jagain kamu. Aku juga gak pengen kamu sendirian. Aku pengen jagain kamu terus. Bolehkah kamu buka hati buat nerima aku jadi seseorang yang spesial di hati kamu?" mengalir begitu aja dari mulut Afy. Jantung keyla hampir copot mendengarnya. Keyla jadi salah tingkah dan gelagapan, mulai gerah padahal baru selesai mandi. " Key" panggil Afy yang tanpa sadar memegang tangan key. " Maaf key aku terlalu lancang" ucap Afy lagi melepaskan " Fy, kamu tau kan aku sakit" " Aku gak peduli apapun penyakit kamu, aku bakal jagain kamu sampe kapanpun! Aku akan nemenin kamu sampe kamu benar-benar sembuh dan penyakit bukan jadi masalah buat aku. Aku cinta kamu key! Aku terima kamu bagaimanapun kondisi kamu" ucap Afy tegas terdiam sesaat kemudian melanjutkan " Kalau kamu keberatan, ingin aku menjauh dan pergi dari kamu dengan berat hati aku akan coba lakuin perlahan biar kamu tenang gak aku ganggu lagi. Maaf kalau aku udah egois dan melanggar perkataan aku waktu di rumah sakit dulu gak minta kamu jadi siapa-siapa aku, tapi seiring berjalannya waktu ketika aku dekat kamu, lagi jalan sama kamu terkadang aku jadi egois pengen jadi pendamping kamu. Aku nyaman sama kamu walaupun aku gak tahu perasaan kamu gimana ke aku" tambah Afy lagi. Keyla sebenarnya udah lama juga punya perasaan ke Afy. Tapi mengabaikannya merasa gak pantas karena penyakitan. Merasa minder berdiri di samping Afy padahal keyla sangat cocok berada di sampingnya. Benar-benar pasangan yang pas. Selama ini banyak yang mengejar-ngejar Keyla tapi ia selalu lari dan menghindar. Walapun ia juga menghindari Afy selama ini tapi hati kecilnya berkata tidak dan sering gak bisa nolak. Dan afy juga selalu berjuang untuk mengejar walau kecewa berkali-kali dan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa mengungkapkan perasaannya selama ini. Keyla masih tertunduk diam. " Key, baiklah aku mengerti.. maaf ya udah buat kamu kaget.. yauda kamu terima ya kalungnya. Istirahat gih capek kan?" ucap afy lagi. " Ma.. makasi ya fy, aku pamit dulu" Keyla segera meninggalkan rumah Afy terburu-buru. Mulutnya susah banget untuk ngomong kalau dia juga suka sama Afy. Dia berjalan pulang dengan cepat masuk ke dalam rumah dengan jantung yang masih berdebar. " Huuuhh" leganya terduduk di balik pintu dan kembali teringat ucapan Afy. Keyla tahu Afy pasti kecewa. Saat ini keyla belum bisa menjawab cintanya Afy, ia terus memikirkannya sepanjang malam dan tertidur dengan perasaan gundah. *** Pagi ini keyla bergegas ke kantor, ia tidak melihat hapenya yang sedari tadi berdering karena silent mode [Mode hening]. Di bukanya gorden kamar dan melihat kebawah ada mobil di depan rumahnya. Seperti mengenal mobilnya. Dilihatnya tiga panggilan tak terjawab di hapenya dari Danish. Keyla langsung terburu-buru turun menemui Danish. Danish melihat keyla membuka pintu rumah dan turun dari mobil. Jarak rumah Afy dan Keyla hanya beda tiga rumah tapi ada jalan lagi yang memisahkan. Jadi rumah Afy tepat disamping jalan pintas komplek menuju ke blok belakang. Di saat yang sama Afy keluar dari rumah menjinjing tas laptop meletakkannya ke mobil. Afy tidak melihat sekelilingnya langsung menutup pintu mobil dan kembali ke rumah lagi untuk mengunci pintu. Keyla melihat Afy yang akan pergi juga. Berjalan ke kursi driver [kemudi] Afy berhenti karena melihat Keyla yang sedang berdiri mengobrol dengan Danish di depan rumahnya. Keyla juga melihat Afy dari kejauhan dan saling menatap beberapa detik. Afy tertunduk diam dan langsung masuk ke mobilnya. Melihat mereka sebentar kemudian melaju meninggalkan komplek melewati Keyla tanpa menyapa atau membunyikan klakson. Hancur lagi hati Afy. Mungkin Keyla suka Danish pikirnya. " Kamu kok gak ngabarin mau kesini?" tanya Key " Aku telpon gak diangkat jadi aku langsung jemput ke rumah saja, mau ke kantor kan? yuk aku anter" ajak Danish. " A.. aku bisa sendiri sih Dan" ucap Keyla terbata " Gapapa kamu pasti masih capek. Yuk" ajaknya lagi. Keyla gak bisa nolak karena Danish sudah menunggu sedari tadi. Sementara keyla masih memikirikan Afy tadi. " Pasti Afy salah sangka" ucapnya dalam hati. " Mikirin apa key?" tanya Danish yang melihat key sedari tadi diam. " Oh enggak gak ada" ucap keyla tergagap "Sampai jam berapa kemarin?" " Habis maghrib" singkat key " Masih capek ya berarti" " Hmm lumayan.. besoknya langsung kerja haha" jawab Keyla. " Izin aja sehari lagi buat istirahat" kata Danish " Gak ah udah kelamaan libur" Danish hanya tertawa. Danish mengantarkannya sampai kantor. " oh ya key, ini buat kamu dari mama katanya untuk sarapan dan makan siang" memberikan bungkusan makanan " Ya ampun Bu Indra repot-repot. Makasi banyak ya Dan" ucap Keyla. Seseorang memperhatikan Keyla turun dari mobil menghampirinya. " Hai key! long time no see [lama tidak berjumpa] ya gimana dinasnya lancar?" tanya teman seruangannya yang mereka tau Keyla dinas bukan cuti karena pak Indra menyembunyikannya atas permintaaan Keyla. " lumayan capek hehe" berusaha menyembunyikan sesuatu dari temannya itu. Mereka berjalan memasuki ruangan bersama. Pak Indra menghampiri Keyla. " Pagi key, udah pulang?" tanya pak Indra " Pagi pak, sudah pak" " Gimana? lancar perjalanannya kemarin?" tanya pak Indra lagi " Alhamdulillah lancar pak" " Sampai jam berapa ?" " Setelah maghrib pak" " Syukurlah, yauda saya masuk dulu ya" tinggal pak indra. Teman-teman seruangannya yang lain mendengar percakapan mereka dan seseorang kepo. " keknya pak Indra care [peduli] banget ya sama Keyla ini" ucap Asep " nape? cemburu lu? biar gue bilang pak Indra untuk perhatiin lu!" ucap Rina Teman-temannya yang lain pun mulai tertawa bersamaan dilanjutkan dengan bercanda satu sama lain sebelum melanjutkan kerja. Keyla melanjutkan kerjaannya yang sudah lama tak di sentuhnya itu. Sudah mulai lupa karena pekerjaannya di ambil alih teman sedivisinya. " Kembali ke rutinitas awal" ucapnya dalam hati. Mulai menatap layar komputernya dan memainkan jari-jari pada keyboard yang ada di depannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN