"Besok kamu udah balik, yuk mampir ke game station dulu" ajak rey mencoba menghibur adiknya itu.
Mereka bermain dengan serunya seolah melupakan apa yang terjadi tadi.
" Udah lama ya kita gak main beginian bareng, terakhir bertiga sama Almarhumah mama" sedih key
Rey merangkul adiknya lagi niat hati mau menenangkan malah keyla sedih teringat mamanya.
" Iya next time [nanti] kakak ajakin kamu ke wahana yg lebih seru deh" ucapnya menenangkan.
Gak terasa sudah hampir larut mereka bermain. Perut keyla juga keroncongan karena belum makan sedari tadi. Dinner berdua bak pasangan kekasih karena sama-sama ganteng dan cantik. Orang-orang juga banyak yang melihat mereka bahkan ada yang menebak kalau mereka pacaran. Mereka hanya tertawa karena dari kecil mereka selalu kompak kemana-mana berdua.
Obrolan dan langkah kaki mereka terhenti melihat Afy yang berdiri di depan pintu apartemen menunggu sedari tadi disitu.
" Key" sapa Afy dengan wajah khawatirnya
Keyla diam saja langsung masuk ke dalam dengan wajah jutek, melihat sikap adiknya Rey langsung mencairkan keadaan lagi.
" Hai Fy.. udah lama nunggu?" tanya Rey
" Lumayan, tapi gak masalah kok Rey"
" Yuk masuk" ajak Rey
" Rey, maaf soal yang tadi.. aku gak tahu bakal terjadi kek gitu" ucap Afy menyesal
" Iya gapapa kok, lupain aja"
Sesaat Rey berpikir.
" Apa Afy tau kalau aku suka sama Nadine? dia minta maaf karna apa nih" (bertanya tanya dalam hati).
kemudian Afy nyambung lagi
" Maaf karena udah buat keyla marah dan gak pulangin dia dengan baik.. tadi kan izinnya baik-baik tapi gak tahu ada insiden kek gitu" Afy memelas
" Oh syukurlah dia gak tau" (ucap Rey lagi dalam hati).
" Iya gapapa, mungkin keyla tadi cemburu makanya langsung pergi" canda Rey supaya Key dengar dan mau menyamperin Afy.
Key membolakan matanya dan berbalik ke arah Rey dan Afy.
"Berhasil" (ucap Rey senang dalam hati)
" Siapa yang cemburu! (teriak key) bukannya kakak yang.." belum selesai ngomong Rey langsung menutup mulut Keyla dan ia gak bisa ngomong. Menuntunnya ke arah kamar dan menutup pintu kamarnya.
" Hehe maaf ya Fy, mungkin keyla lagi capek jadi bawaannya emosian. Biarin aja deh besok juga udah reda marahnya" ucap Rey lagi supaya gak ketahuan Afy
" Oh ya sudah aku pamit dulu ya Rey. Sampein maafku ke keyla ya" meninggalkan apartemen.
***
" Pagi keyla sayang, udah selesai packingnya [berkemas]?" goda rey
"Hmmm" hanya berdehem
" Udah jangan marah lagi kan nanti mau pulang bareng Afy ehm" ledek rey lagi
" Malas gak jadi pulang" ketus keyla
" Lho kenapa?"
" Habisnya kakak resek!" teriaknya
Rey hanya tertawa dan mendekati Keyla.
" maaf maaaf ya adikku yang cantik. Udah jangan marah lagi lupain yg semalam oke"
" Habisnya kakak bilang ke Afy kalau aku cemburu, apaan coba!" cerewet keyla
" Tapi memang kelihatan kok kalau kamu cemburu ups" menutup mulutnya dan kabur
" Rey!!!" teriak keyla mengejar kakaknya yang usil itu.
" Udah cepat siap-siap entar telat" pinta Rey
" iya"
" nanti kita jemput Afy" kata kakaknya
" Loh kok kita yang jemput emang Afy minta jemput?" tanya key
" Sebelum dia datang kita duluan yang kesana, masak iya dia bawak mobil ke bandara sementara dia mau balik ke Indo terus mobilnya di kemanain entar?" celetuk Rey
" Oh iya juga"
" Ya kan sekalian juga kamu pamit sama calon mertua. hahahha" ledek Rey lagi.
Keyla hanya memukul badan Rey karena kesal di ledek terus .
***
Di Rumah Afy
Afy yang sedang memasukkan kopernya kedalam bagasi mobil dikejutkan oleh kedatangan Keyla dan Rey.
" eh aku baru mau gerak" ucap Afy
" Gapapa biar aku anter aja" ucap Rey
" Yuk masuk dulu" ajak Afy menemui mama papanya.
Keyla sudah mulai reda apalagi bertemu dengan mamanya afy. Diajak mamanya mereka sarapan sebelum pergi. Awalnya Rey menolak tapi mamanya memaksa. Mereka sarapan bersama-sama, mengobrol satu sama lain seperti tidak ada kejadian kemarin malam.
Rey tau kalau Afy suka sama adiknya dan menurutnya Afy adalah orang baik dengan bibit bebet bobot keluarga yang baik pula. Rey sudah mempercayakan adiknya pada Afy.
Keyla berpamitan dengan keluarga Afy. Mamanya mengemasi makanan untuk di perjalanan juga memberikan Keyla sesuatu.
" Jangan dibuka sekarang, nanti saja sampai rumah" ucap mamanya memberikan bingkisan ke Keyla.
Keyla jadi segan.
" Makasi ya ma, InsyaAllah bulan depan ketemu lagi" ucap Keyla.
Sebelum pergi Rey ngomong berdua dengan Afy.
" Titip adik gue ya bro, jagain dia, perhatiin sesekali ke rumah takut kalo kenapa-kenapa gak ada yang jagain dia sendirian di rumah" pinta Rey
" Siap bro laksanakan!" ucap Afy dengan gerakan hormat
" Titip hatinya juga, jangan di sakitin ckckck bercanda" tawa Rey
" Kalau boleh aku mau izin buat nikahin sekalian hahaha kalau keylanya mau" Ucap afy lagi
Rey tertawa.
" Luluhin dulu hatinya, agak keras kepala anaknya"
" Siaap"
" Makasi ya Fy, hati-hati kalian" tambah Rey
" sama-sama bro, oh ya boleh minta nomornya gak? manatau nanti ada perlu.. minta sama keyla pasti gak dikasih" ucap Afy
" udah pernah minta?" tanya Rey
" Udah tapi gak dikasi hahah" tawa Afy lagi
Rey memberikan nomornya ke Afy. Kali ini Afy merasa senang karena sudah dapat lampu hijau dari kakaknya Keyla. Tinggal luluhin hati adiknya saja.
Mereka duduk bersebelahan di pesawat. Keyla gak sengaja tertidur di bahu Afy. Afy memasangkan kalung yang mereka beli tadi malam tanpa ketahuan keyla. Memasukkan kotaknya ke dalam tas keyla saat ia tertidur pulas kemudian Afy sengaja menjaga kepala keyla supaya tidak terjatuh. Hampir satu jam tangan Afy menopang kepala keyla. Rasa pegal pun di tahannya demi orang yang di cintainya itu.
Keyla minta maaf karena tahu ketiduran lagi. Afy hanya tersenyum dan mengatakan gak apa-apa.
" Oh ya maaf nih key aku penasaran sebenarnya kemarin malam" tanya afy tiba-tiba.
" Kamu dengar obrolan aku dan Nadine di kamar mandi terus kenapa kamu lari pulang? bener kamu cemburu?" tanya Afy lagi.
Keyla mulai malu dan kesal kembali tidak mau mengakui rasa cemburunya dan tidak terima juga dengan apa yang terjadi ke kakaknya.
Keyla mulai menarik nafas meluruskan kesalahpahaman.
" Hmm.. aku pergi narik kak Rey karena dia menyaksikan semuanya, aku gak mau dia makin sakit melihatnya karena kak Rey udah lama suka sama Nadine dan malam itu berencana mengungkapkan perasaannya ke Nadine tapi gak tahunya yang terjadi malah begitu" jelas keyla
Afy yang mendengar langsung kaget.
" Maaf ya key, maaf banget aku malu sebenarnya, aku juga gak tahu bakal terjadi begitu bisa-bisanya Nadine ngelakuin hal yang gak di sangka-sangka dan aku belum minta maaf ke Rey tentang itu karena baru tahu ternyata Rey suka sama Nadine" jelas Afy memelas
" Iya bukan salah kamu kok, karena kejadian itu kak Rey jadi tahu kan perasaan Nadine sebenarnya.. untung kak Rey belum nyatain perasaan pasti sakit juga kalau di tolak, lagian udah tahu gitu gak pantes juga kak Rey dengan Nadine" celetuk Key kesel lagi
Afy jadi merasa bersalah.
" Kalau tahu aku gak bakalan datang Key" ucapnya lagi
" Iya udah lupain aja"
" Maaf Key sekali lagi" memegang tangan Key kemudian Key melepaskannya.
Dua jam kemudian pesawat mendarat dengan selamat di Soekarno International Airport.
Afy sudah menyuruh sepupunya untuk menjemputnya di bandara. Keyla berterimakasih sekali lagi ke Afy karena sudah merepotkan.
" Kita makan dulu ya di resto aku" ajak Afy
Keyla hanya mengangguk karena memang perutnya sudah keroncongan.
Keyla memperhatikan sekelilingnya.
" Bagus ya resto kamu" ucap Keyla
Afy hanya tersenyum. Keyla permisi ke toilet kemudian beberapa saat kemudian saat akan kembali ke kursi langkahnya terhenti karena didahului oleh seorang cewek yang menghampiri Afy.
" Hai, jumpa disini lagi kita ya" ucap selebgram yang bernama Z itu. Hampir setiap weekend [libur akhir pekan] Z mengunjungi resto itu berharap ada Afy disitu.
" Penantian yang panjang" ucapnya lagi.
Afy melihatnya dengan malas dan menghiraukannya.
Z mengetuk meja di depan Afy.
" Hey saya ngomong dilihat dong" ucapnya lagi.
" Maaf saya sibuk" ucap Afy ketus
" Sibuk mulu perasaan kalau ketemu aku" jawab Z
Z mulai duduk di depan kursi afy. Afy langsung menolak.
" No, tolong sopan santunnya! itu kursi orang!" tegas afy
" Waw waw.. saya gak lihat siapa-siapa duduk disini selain kamu" ucap Z lagi
Keyla masih melihat dari kejauhan. Afy menarik nafas.
" Apa sih mau kamu sebenarnya?" tanya Afy
" Mau kamu!" dibalas lantang oleh Z
" Saya gak ada urusan sama kamu, saya gak kenal juga sama kamu jadi tolong pergi dari sini!" bentak Afy emosi.
Z tersenyum sambil merayu dengan pose duduk seksi nya. kebetulan Z memakai atasan ketat dan rok mini sedikit terbelah. Mencoba merayu Afy dengan gerakan.
Keyla masih memperhatikan.
" Jangan sombong dong, santai.. saya cuma pengen ngobrol sebentar" rayu Z lagi
" Maaf saya gak ada waktu!" bentak afy
" Wow serem ya kalau marah tapi tetap seksi" ucap Z lagi.
" Tolong pergi! itu kursi tunangan saya!" ucap Afy tegas
" Hahahhaa.. kemarin ngakunya udah punya anak istri, kali ini tunangan ckckck besok apalagi mas? mana tunangannya?" ledek Z
Afy melihat ke arah toilet dan mendapati keyla sudah berdiri sedari tadi. Afy langsung berdiri menarik tangan keyla. Mengambil tas keyla yang berada di kursi sebelah Z yang belum terbuka dan memberikannya ke tangan keyla kemudian mengambil tas nya juga. Meninggalkan Z seorang diri.
" Ayo sayang, ada pengganggu disini!" ucap afy menarik tangan key pergi dari situ.
Si Z langsung terdiam menyaksikannya.
Afy memanggil sepupunya dan meminta kunci mobil. Cepat-cepat ia pergi dari cafe itu.
" Mobil aku pakai dulu ya mau pulang, malas naik travel biar aku saja yg nyetir" ucap Afy ke sepupunya
" Siap bos" sepupunya gak bisa nolak.
***
" Maaf ya key, tadi aku udah panggil kamu sayang dan maaf atas kejadian tidak menyenangkan dan tak terduga hari ini" ucap Afy kesal mengingat tadi
" Gak apa-apa kok, susah ya banyak fans [penggemar] disana sini" ledek keyla
Afy melirik manja seakan mau marah.
" Iya entar aku pakai topeng aja deh kemana-mana capek juga kek gini" ucapnya kesal
" Derita punya wajah tampan" ejek key lagi
Afy melirik lagi, Keyla hanya tertawa.
" oh ya udah berapa lama kamu tadi berdiri disitu?" tanya Afy
" Dari dia datang nyamperin kamu"
" Jadi kamu lihat dari awal? kenapa gak langsung nyamperin aku biar dia pergi?" tanya Afy sedikit kesal
" Gak apa-apa, aku berasa lagi lihat syuting film tadi seru hahaha" canda keyla lagi.
" Keylaa" teriak afy kesal.
Afy mengendarai mobil menuju Bandung walaupun masih dalam kondisi capek, satu jam kemudian berhenti di rest area [tempat istirahat] karena lelah dan mengantuk. Keyla menunggu Afy berisitirahat. Pada saat hendak keluar mobil kepala Afy sudah miring ke kiri dan hampir terjatuh. Keyla mengurungkan niatnya dan langsung mendekatkan bahunya di kepala Afy supaya tidak terjatuh. Begitu terus sampai satu jam berlalu dan Afy terbangun karena suara klekson truk.
Keyla sambil bermain hape menunggu Afy bangun.
Tiba-tiba Afy sadar kalau ia sedang tidur di bahu keyla. Pura-pura menutup matanya kembali karena ingin berlama-lama di bahu keyla untuk beberapa menit sebelum melanjutkan perjalanan lagi.