Afy izin ke Rey untuk mengajak Keyla datang berdua, mengerti kemauan anak muda Rey mengizinkan mereka ke pesta berdua sementara ia hanya seorang diri.
Malam ini keyla berbusana anggun dengan gaun silky [halus] berwarna coklat gold [emas] yang indah dan simple tapi terlihat elegant [mewah]. Pashmina yang senada dan kalung permata yang berkilauan serta clutch [tas tangan] pesta yang sangat indah. Ditambah high heels [sepatu hak tinggi] kacanya yang menambah kesan glamor.
Sedangkan Afy memakai blazer santai warna coklat dipadukan dengan daleman kemeja hitam. Sepatu pantofel slip on coklat yang mengkilap senada dengan warna blazernya. Tampilan potongan rambut yang klimis dan necis.
Sebelum ke pesta Afy mengajak Keyla membeli kado dulu karena memang Afy belum ada persiapan. Afy menyuruh key memilih kadonya. Key bingung mau pilihin apa.
" Kalung atau cincin mungkin"
" Yauda kamu pilih yang mana kamu suka ya, harus pilihan kamu" pinta Afy
Keyla teringat Rey yang sudah membeli kado cincin untuk Nadine. Keyla merubahnya menjadi kalung.
Di pilihnya kalung yang ia suka tapi harganya lumayan mahal. Afy hanya memperhatikan, Keyla mencari lagi model lain yang lebih murah karena ia merasa segan.
Keyla memberikan tiga pilihan kalung ke Afy, sekarang terserah Afy mau milih yang mana. Afy mengambil kalung pilihan pertama keyla yang mahal dan menaruhnya sejajar dengan kalung lain.
" Antara 4 ini kamu suka yang mana?" tanya Afy
" Kan aku hanya rekomendasiin tiga sih kenapa nambahin" ucap key heran
"Iya aku maunya empat aja deh, dari ke empat ini kamu milih yang mana?" tanya Afy kembali
Keyla masih memandang kalung yang disukainya pada pandangan pertama lalu beralih pandangan ke kalung lain. Menunjuk urutan ke tiga.
" Ini aja deh" tunjuk key
Bukan mengambil yang di tunjuk Keyla, Afy malah mengambil kalung pilihan pertama yang di sukai key.
" Sis, please pack this one [Kak, tolong bungkusin yang jni ya]" menyerahkan ke pramuniaga.
" Okay wait a minutes sir [ Oke tunggu sebentar pak]" ucap pramuniaga itu.
Keyla membolakan matanya dan menoleh ke Afy.
" kok yang itu? kan yang ini" tunjuk key
" Its okay no problem, I understand how love at first sight is [Gak apa-apa gak masalah, aku mengerti bagaimana rasanya cinta pada pandangan pertama]" ucap Afy
Keyla hanya terbengong mencerna kata-kata Afy yang ambigu.
Setelah itu Afy mengajak Keyla lagi ke toko tas.
" Mau ngapain lagi?" tanya keyla heran
" Udah yuk masuk dulu" menarik tangan Keyla
" Pilihin tas dong" pinta Afy
" Untuk apa? " heran Key
" Kado" singkat Afy
" Kan tadi udah" semakin heran
" Iya dua" balas Afy
" Oh" singkat key
" Nanti kek tadi lagi udah dipilihin malah ambil yang lain" kesal key
Afy tertawa " Enggak kali ini kamu yang pilih deh serius.. oh ya sekalian pilih untuk kamu juga" pinta Afy
" Aku? buat apa? kan gak lagi ulang tahun" ucap Key
" Emang kasi kado ke orang harus di hari ulang tahun? kan bisa kapan aja" jelas Afy
" Anggap aja rasa terimakasih karena udah nemenin beli kado dan nemenin ke pesta" tambah Afy lagi.
" Enggak enggak" tolak Keyla
" ini" menunjuk ke tas yang di pajang
" Yakin kamu enggak?" tanya Afy lagi
" Iya!" kesal key
" Yauda aku yang pilihin ya" ucap Afy mengambil tas pilihannya yang cocok untuk Keyla.
" Sist, please pack this one and wrap in gift paper [Kak, tolong kemas yang ini dan bungkus pakai kertas kado ya]" meminta ke pramuniaga.
" And this one too, only paper bag [Dan ini juga, hanya pakai kantong kertas]" tambah afy lagi.
Keyla merengek untuk menolak tapi Afy gak menggubrisnya. Afy membawa semua bingkisannya di ikuti Keyla. Mereka sudah telat karena kelamaan di tempat belanja.
Di Mobil
" Its for you, key [Ini untuk kamu] (menyerahkan paper bag berisi tas pilihan Afy) tolong di terima kali ini aja.. kalau gak mau di pakai kasih Ibu ART[Asisten rumah tangga] aja" pinta Afy memohon tapi seakan memaksa juga untuk di terima.
Keyla menerima dengan berat hati.
" Apaan sih kamu!" kesal key
" Gak apa-apa, makasi ya key"
" Aku yang makasi!" dengan nada tinggi
Afy hanya tersenyum puas melihat ekspresi jutek Keyla.
Mereka berdua masuk ke pesta yang sudah mulai sedari tadi. Kelap kelip lampu berwarna warni dengan alunan musik santai dan sorakan tamu yang meriah memenuhi isi gedung. Nadine yang sedari tadi berbicara menggunakan mic mencari sosok Afy ke sekeliling ruangan sesaat terdiam saat Afy baru muncul. Pandangan Nadine tertuju ke Afy dan Keyla sontak semua mata pun tertuju pada mereka berdua saat berjalan memasuki ruangan. Mereka tampak serasi bak sepasang kekasih dengan warna baju yang senada tanpa buat janji. Sepertinya Afy sudah membaca isi kepala keyla perihal warna baju.
Seperti artis dan aktor yang ditunggu-tunggu berjalan di red carpet [karpet merah] menuju ke Nadine.
Afy dan Keyla memberi ucapan selamat ke Nadine dan menyerahkan kadonya. Keyla melihat afy hanya menyerahkan satu kado saja kemudian bertanya dalam hati tapi gak mau ambil pusing dan mengabaikannya. Keyla pun mencari kakaknya Rey. Banyak tamu undangan yang dikenal Afy di situ. Karena mereka teman kampus jadi Nadine juga mengundang teman kampusnya yang lain. Afy pun menyapa teman-teman kampus yang sudah lama tak berjumpa. Keyla mendapati rey juga sedang berbincang dengan teman kantornya yang juga menjadi tamu undangan. Tak mau mengganggu Keyla hanya duduk sendirian. Mengambil minuman dan mencicipi cemilan yang sudah terhidang di meja presdiner kemudian kembali ke kursinya. Afy melihat Keyla seorang diri dan menemaninya duduk. Kemudian seseorang memanggil Afy lagi. Rey menyadari Keyla duduk sendiri dan memanggil Keyla memperkenalkan adiknya ke teman-temannya.
Beberapa menit kemudian keyla permisi ke toilet. Melihat keyla menuju toilet Nadine langsung meluncurkan aksinya. Menyuruh MC [Master of Ceremony: Pembawa Acara] untuk menghadirkan seseorang disampingnya. MC memanggil salah satu lelaki atas perintah Nadine. Orang itu adalah Afy.
Terbengong karena namanya di panggil tiba-tiba suara riuh tepuk tangan terdengar meriah.Teman-temannya mendorongnya untuk naik ke panggung, dengan terpaksa mengikuti arahan MC untuk naik ke atas karena ia pikir hanya salah satu dari pertunjukan pesta.
Seseorang pun berteriak dari bawah
" Cieee masih pasangan sejoli ya dari kuliah"
di ikuti teriakan dari yang lain
" Ciee hubungan kalian ternyata masi berlanjut"
" Best couple [pasangan terbaik] semasa kuliah sampai kini"
" Cieee ciee bersemi kembali" teriak teman-teman kuliah mereka.
Afy masih bingung apa maksud Nadine. Rey menyaksikan dari bawah penasaran. Sementara Key hanya samar mendengar suara dari toilet. Tiba-tiba Nadine mengambil mic dari tangan MC dan mulai ngomong.
" Fy, sorry kalau waktunya gak tepat buat kamu tapi bagi aku its right time [ini waktu yang tepat], Maybe [Mungkin] kamu udah tahu aku suka sama kamu dari waktu kuliah but [Tapi] kamu hanya menganggap aku just friend and maybe [hanya teman dan mungkin] kamu kira perkataan aku dari dulu itu just kidding [ Hanya bercanda]. Honestly I like u until now [Jujur aku menyukaimu sampai sekarang] I'm sorry to surprised you [Maafkan aku karena mengagetkanmu]" ucap Nadine tergagap yang bahasanya bercampur inggris.
Keyla terdiam di depan cermin mendengar penyataan Nadine, kaget dan masih terpaku.
" Yes Accept accept accept [Ya terima terima terima]" sorak seseorang di bawah sana dan yang lain mengikuti bersorak riuh.
Afy melihat sekeliling tapi tidak ada sosok Keyla.
" Sorry" [Maaf]" Afy hanya mengatakan itu dan turun dari panggung menuju toilet dengan wajah marah dan malu.
Nadine juga langsung berlari menyusul Afy. Masih di lorong menuju toilet Nadine menarik lengan Afy.
Keyla yang akan keluar mundur kembali masuk ke toilet berdiam disana karena ada Afy dan Nadine yang masih berseteru di lorong itu.
" Afy sorry, gak bermaksud untuk.. (belum selesai ngomong)
" untuk apa? ternyata tujuan kamu ngadain birthday [pesta] untuk malu-maluin kek gini!" bentak afy
" Maaf fy.. tapi itu perasaan aku yang sebenarnya udah lama aku pendam. Gak tau kapan mau ungkapinnya lagi karena setelah wisuda kamu pergi menghilang gitu aja tanpa kasih kabar. Aku udah usaha lupain kamu tapi tiba-tiba kamu datang lagi dalam hidup aku di saat aku mau ulang tahun . Ya bagi aku itu kado terindah, kapan lagi aku punya kesempatan kalau gak sekarang? Besok kamu sudah pergi lagi menghilang" jelas Nadine sambil sedih dan menyesal."
" Tapi apa harus di depan semua orang gitu? kamu gak punya malu sebagai wanita?" tegas afy lagi
" Sorry fy tadi aku itu cuma... "
" Ah udahlah!" pergi mengabaikan Nadine
Keyla dari dalam toilet sudah mendengar semuanya. Menarik nafas panjang memberanikan diri keluar dari toilet karena memikirikan perasaan kakaknya Rey.
Baru selangkah kaki Afy terhenti dengan kemunculan Keyla dari toilet. Afy terdiam sesaat.
Melewati mereka berdua..
" Permisi" ucap Key menunduk enggan melihat melewati mereka berdua dan berjalan cepat mencari keberadaan kak Rey.
" Key tunggu Key!" panggil Afy mengejar Keyla
Keyla semakin cepat dan matanya mulai liar kesana kemari mencari keberadaan Rey. Rey yang berdiri disana langsung ditarik tangannya oleh adiknya. Mengajak Rey keluar dari acara untuk bergegas ke mobil, sementara seseorang teman afy menghentikannya sesaat tetapi afy mengabaikannya terus mengejar Keyla lagi. Keyla mengambil kunci dari saku Rey menyeretnya masuk mobil dan keyla mengegas mobilnya dengan cepat meninggalkan Hall [gedung]. Afy menyaksikan semuanya dan cepat-cepat menuju mobilnya untuk mengejar mereka.
Keyla masih memikirkan perasaan kakaknya dan gak sadar ia juga sedang terbakar cemburu. Rey berpegangan erat sementara Key terus memijak pedal gas dengan kencang.
" Key, Stop it!! [Key berhenti] !! teriak Rey.
Keyla tidak menggubris.
" stop key stop! Bentak rey lagi
Keyla meminggirkan mobilnya dan berhenti. Menarik nafas panjang dan menyetir kembali mencari tempat yang nyaman. Berhenti di taman.
" Are u okay? [Apa kamu baik-baik saja?]" tanya keyla
Rey hanya mengangguk.
" Kak! keyla tau gimana perasaan kakak sekarang. Betapa hancurnya hati kakak melihat semua yang terjadi tadi bahkan (merogoh kantong blazer Rey dan mengambil kotak cincinnya) belum sempat kakak kasih juga kan" ucap key dengan nada marah.
"Untung saja, kakak jadi tau kan gimana perasaan kak Nadine sebenarnya!" tambah key lagi masih kesal
" Sebenarnya key udah feeling [merasa] dari awal kalau kak Nadine itu ada rasa ke Afy, cuma Key masih berpikir positif dan sekarang terbukti" celotehnya lagi dan Rey masih saja diam.
" Waktu kakak kenalin kak nadine ke Key, entah kenapa ada perasaan mengganjal di hati Key kalau dia bukan orang yang tepat untuk kakak! dia gak cocok untuk kakak" masih nyerocos. Memeluk kakaknya dan berusaha menenangkan.
" Key, are u okay?" tiba-tiba tanya rey yang sedari tadi melihat adiknya merepet.
Keyla terbengong dan menatap kakaknya.
" Kakak gak apa, lagian kakak belum ungkapin perasaan juga ke Nadine jadi gak masalah yang jadi masalahnya kamu" ucap Rey
" Kok aku?" heran key
" Kamu gak menyadari kamu lagi berapi-api" kata Rey
" Maksudnya?"
" iya kamu gak sadar kalau kamu terbakar cemburu" ucap Rey
Key menatap Rey penuh tanya.
" Kamu cemburu kan karena orang yang disukai Nadine itu Afy" ucap Rey lagi
Key membolakan matanya.
" Gak! aku cuma kesal aja kenapa harus dia?! Orang yang kakak kenal juga, teman aku! Gak ada yang lain apa?!" ketusnya
Rey tertawa.
" Perasaan gak bisa kita halangin Key, ngalir gitu aja jadi gak bisa juga dong kita larang-larang orang lain untuk suka sama kita atau orang lain gak bisa juga dong larang kita untuk suka sama seseorang. Jadi bukan salah Afy dia juga gak tau kan bakalan kek gini" Rey menenangkan adiknya itu padahal hatinya lagi sakit. Rey tahu kalau Keyla ada rasa ke Afy. Jadi Rey memilih mengalah untuk menutupi rasa sakitnya dan menghibur adiknya.
" Tapi kakak gimana? udah kacau planning [rencana] nya hari ini" sedih Key
" Udahlah semua udah terjadi. Kakak bersyukur juga ini terjadi sebelum nyatain perasaan ke Nadine. Jadi kan udah tau duluan bakal di tolak hahaha" tawa Rey santai
Keyla menatap Rey dalam. Melihat kakaknya yang tertawa tapi sebenarnya lagi sedih Keyla memeluknya kembali.
" Kakak pantas dapat yang terbaik" ucap Key menenangkan.
" udah udah udah.. get out [Awas], kakak yang nyetir. Serem kalau kamu nyetir dalam keadaan cemburu gitu hampir saja copot jantung kakak tadi" Rey meledek
" Reeeeyy!!!!" Teriak Keyla kesal
Rey hanya tertawa terbahak-bahak pura-pura baik-baik saja.