Bab 88 : Aku Memang Ingin Kau Mati 8

1540 Kata

# Arruna hanya mengikuti langkah Arya Darmawangsa tanpa berbicara. Pikirannya kini lebih tertuju pada keadaan Gi. Meskipun Arya sama sekali tidak terlihat akan menyakiti putranya itu, akan tetapi ia cukup tahu kalau seorang Arya Darmawangsa juga cukup gila untuk melakukan segala cara agar keinginannya tercapai. Arya tertawa melihat ekspresi Arruna yang muram. "Jangan khawatirkan Gi, aku tidak akan melakukan sesuatu yang buruk kepadanya. Dia cucuku juga, mana mungkin aku setega itu kepadanya," ucapnya. Arruna hanya diam. Mahendra juga adalah keponakan dari pria paruh baya di depannya ini tapi buktinya ia mampu melakukan sesuatu yang kejam pada Mahendra, apalagi pada Gi yang jelas-jelas adalah putra Mahendra. "Dilihat dari wajahmu, sepertinya kau tidak mempercayai ucapanku...sayang seka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN